Sarat Penumpang, Pelayaran Badas-Surabaya Jadi Andalan

KMP Swarna Bahtera, saat sandar di Pelabuhan Badas Minggu, 29 September 2019. Hari itu menjadi hari perdana dibukanya penyeberangan jarak jauh lintas Badas-Surabaya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tingginya animo masyarakat sejak diresmikannya pelayaran perdana KMP Swarna Bahtera lintas Badas-Surabaya pada Minggu, 29 September 2019 lalu disebut menjadi pertanda baik bagi perkembangan moda transportasi laut. Khususnya untuk long distance ferry atau kapal feri jarak jauh di Sumbawa.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ir. Asep Supriatna, menerangkan, tingginya animo tersebut tidak terlepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat pengguna, terutama untuk intensitas transportasi laut. ‘’Mudah-mudahan itu bisa lebih bermanfaat untuk kawasan masyarakat di Sumbawa, Bima Dompu,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 2 Oktober 2019 di Mataram.

Diterangkan Asep, saat ini Dishub NTB tengah melakuan pengecekan dan pemantauan demand atau permintaan pada pelayaran yang dijadwalkan dua kali seminggu itu. Yaitu pada hari Minggu pukul 10.00 Wita dan Jumat pukul 22.00 Wita.

Baca juga:  Tarif Penyeberangan Lembar-Padangbai akan Naik

Penuhnya muatan KMP Swarna Bahtera pada pelayaran perdananya disebut Asep sebagai bukti bahwa masyarakat Sumbawa telah menunggu jalur pelayaran tersebut. ‘’Kalau ini bisa continue (berlangsung terus) kiita bisa tambah tripnya. Mungkin dari seminggu dua kali bisa (jadi) tiga-empat dan lain sebagainya,’’ ujarnya.

Salah satu keunggulan dari pelayaran jarak jauh itu disebut Asep adalah perannya sebagai pilihan alternatif saat biaya perjalanan melalui moda transportasi udara yang menjadi primadona selama ini masih tinggi. Sedangkan untuk menempuh jalur darat jaraknya terlampau jauh jika dibandingkan dengan melalui jalur laut yang hanya memerlukan waktu tempuh 25-27 jam. Karena itu, pelayaran jarak jauh menjadi andalan.

Baca juga:  Bupati dan Pelindo Tandatangani MoU, Pelabuhan Teluk Santong Segera Terwujud

Menurut Asep, pihaknya menargetkan sosialisasi untuk pengusaha dan masyarakat umum. Hal tersebut mengikuti data penumpang pada pelayaran perdana yang didominasi oleh truk-truk angkutan barang. Selain itu, pelayaran dari Surabaya-Badas juga terus menjadi pantauan Dishub NTB dalam melakukan pengembangan.

‘’Ini nanti kita lihat dari Surabaya yang datang ke Sumbawa apa sebagus dari yang Sumbawa ke Surabaya,’’ ujar Asep.

Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu juga telah melaksanakan sosialisasi yang dipusatkan di Kantor Bupati Sumbawa untuk meningkatkan penumpang dari angkutan roda empat dan masyarakat umum. “Mudah-mudahan ini juga menjadi pilihan masyarakat,” pungkasnya. (bay)