Ayo Cek KLIK, Pilih Produk Berkualitas

Kepala BBPOM Provinsi NTB, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt. MH, bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena MHS, dan Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, SE, M.Si,melakukan sidak produk-produk yang aman dan sehat dikonsumsi di salah satu gerai perbelanjaan di Lombok Epicentrum Mall.

Mataram (Suara NTB) – Di era perdagangan bebas, Indonesia menjadi salah satu pasar yang sangat potensial bagi pelaku usaha. Tidak heran jika berbagai macam jenis produk menyerbu dan membajiri pasar Indonesia. Karena itulah masyarakat didorong supaya menjadi konsumen cerdas, supaya produk yang dibeli aman dan sehat sesuai dengan standar kelayakan konsumsi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari pantauan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masih banyak ditemukan produk-produk yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar keamanan kelaikan konsumsi. Jika hal tersebut sampai dikonsumsi, maka dampaknya akan sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen. Karena itu, BBPOM terus melakukan berbagai upaya memerangi produk-produk yang tidak memenuhi standar keamanan konsumsi.

Kepala BBPOM Provinsi NTB, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt. MH, bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena MHS, dan Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, SE, M.Si,melakukan sidak produk-produk yang aman dan sehat dikonsumsi di salah satu gerai perbelanjaan di Lombok Epicentrum Mall.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh BBPOM yakni mendorong agar konsumen menjadi cerdas dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Sosialisasi konsumen cerdas terus digalakkan dan dimasifkan ke tengah-tengah masyarakat oleh BBPOM, agas masyarakat terhindar dari konsumsi produk yang tidak sehat dan berbahaya.

Sabtu, 28 September 2019, BBPOM Provinsi NTB menggelar sosialisasi konsumen cerdas di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Mataram. Sosialisasi konsumen cerdas yang dikemas dalam bentuk kegiatan talkshow tersebut menghadirkan pemateri Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi urusan kesehatan, yakni Hj. Ermelena MHS, kemudian Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj. Putu Selly Andayani, SE, MM, dan Kepala BPOM Provinsi NTB, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt. MH.

Ni GAN Suarningsih menyampaikan untuk menjadi konsumen cerdas, BPOM telah meluncur setrategi bagi masyarakat dalam memilih produk yang akan dibeli dipastikan aman dan sehat yakni dengan Cek KLIK ; yakni cek Kemasan, cek Label, cek Izin Edar dan cek Kedaluwarsa.

Talkshow atau temu wicara konsumen cerdas, Ayo cek KLIK, pilih obat dan makanan yang aman.

“Cek KLIK ini untuk mengecek langsung produk tersebut aman atau tidak, apakah sudah terdaftar atau tidak, teruji atau belum dan apakah produk itu dalam pengawasan BPOM apa tidak. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, cek label dan izin edar ada tidak di situ. Kalau ada maka produk itu sudah melalui proses pengawasan, dan baru kemudian cek kedaluwarsa,” jelas Suarningsih.

Dari pantauan BBPOM, perilaku konsumen masih cukup besar ditemukan belum terlalu teliti terhadap standar mutu dan keamanan produk-produk yang mereka

beli selama ini. Masyarakat tidak terlalu memperhatikan label dalam kemasan produk tersebut sebelum membeli, bagi masyarakat yang penting beli dan beli.

Karena itu lanjut Suarningsih, cek KLIK tersebut sangat penting bagi masyarakat. Karena dengan mengecek Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa,  maka masyarakat akan mampu melakukan pengawasan secara mandiri terhadap ancama kesehatan dari produk-produk yang tidak sehat untuk dikonsumsi.

“Dengan Cek KLIK,  masyarakat tidak lagi akan asal membeli produk, sehingga produk yang dibeli itu dipastikan memenuhi standar mutu dan keamanan. Dengan cek KLIK, masyarakat kemudian bisa melakukan pengawasan mandiri dan berhati-hati dalam memilih produk. Kalau konsumen sudah kritis dan cerdas, maka tentu pelaku usaha akan terus memperhatikan kualitas dan mutu,” katanya.

Masyarakat antusias menjadi peserta kegiatan sosialisasi konsumen cerdas BBPOM Provinsi NTB. Beberapa peserta sosialisasi terpilih mendapatkan doorprize dari BBPOM.

Disebutkan Suarningsih, beberapa produk kesehatan yang paling rawan tidak memenuhi standar edar yakni obat tradisional, kosmetik, suplemen dan makanan. Dari produk-produk tersebut, yang paling banyak ditemukan BBPOM tidak punya izin edar yakni produk-produk kosmetik.

“Karena ini era perdagangan bebas ASEAN, sehingga banyak produk luar masuk perlu dilakukan pengawasan. Di samping itu kita juga terus memberikan sosialisasi dan pembinaan agar pelaku usaha terus menghasilkan produk yang berkualitas,” terangnya.

Sementara itu, Kadis Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani mengatakan dengan banyaknya produk-produk yang tidak aman dikonsumsi beredar di pasaran, maka menuntut masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. Ia menyerukan agar masyarakat kepo terhadap setiap produk, untuk memastikan produk yang akan mereka beli dan konsumsi aman dan sehat.

“Konsumen itu harus kepo, kita boleh kepo untuk kemanan kita. Itu adalah kepo yang positif. Kalau masyarakat merasakan dirugikan oleh produk tersebut, bisa melaporkannya ke lembaga perlindungan konsumen. Pesan saya kepada masyarakat, belanjalah sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan,” katanya.

Sedangkan Wakik Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menggodok Rancangan Undang-Undang terkait dengan pengawasan obat dan makanan. Regulasi pengawasan obat dan makanan tersebut sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya produk yang tidak sehat dan aman.

“Regulasi pengawasan obat dan makanan ini ternyata belum ada, sehingga kami sedang menggodoknya untuk menjadi Undang-undang. Undang-undang itu sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat dari bahaya produk yang tidak sehat dan aman. Karena kita banyak menemukan produk-produk yang tidak sehat, seperti produk-produk kosmetik, itu masyarakat harus hati-hati karena banyak ditemukan mengandung mercury,” pungkasnya. (ndi/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.