DFSK Ramaikan Pasar Otomotif NTB

Salah satu type DFSK. (suarantb. com/ist)

Mataram (suarantb.com) – Perkembangan infrastruktur dan pariwisata Nusa Tenggara Barat belakangan ini turut memicu pasar otomotif di tanah air, khususnya di kota Mataram dan sekitarnya. DFSK sebagai produsen otomotif terkemuka di Indonesia tidak ingin ketinggalan dengan menyediakan berbagai kendaraan untuk beragam kebutuhan mobilitas masyarakat di Pulau Lombok melalui dealer DFSK Mataram.

Hingga saat ini, ekonomi masyarakat Lombok terus bertumbuh dengan ditopang dari perkembangan infrastruktur dan sektor pariwisata Pulau Lombok yang semakin terkenal di kancah internasional. Sehingga penting bagi DFSK untuk berkontribusi untuk menawarkan solusi mobilitas masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya yang berada di kota Mataram sebagai pusat perekonomian.

“Kami melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Barat terus mengarah ke posisi positif, dan diimbangi dengan kebutuhan akan kebutuhan mobilitas yang semakin beragam. Kami berharap kehadiran DFSK di Nusa Tenggara Barat dapat menyumbang kontribusi penjualan sebanyak 10% dari total market di NTB,” ungkap Deputy Sales Head PT Sokonindo Automobile, Rifin Tan, di dealer DFSK Mataram, Kamis 26 September 2019.

Berdirinya dealer DFSK Mataram diharapkan bisa melayani kebutuhan akan 10 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat akan berbagai kendaraan. Mengingat ini terus membangun infrastruktur membutuhkan kendaraan komersial ringan berupa pikap DFSK Super Cab. Selain itu DFSK Super Cab juga bisa diandalkan sebagai kendaraan untuk mengangkut berbagai hasil panen dan suplai logistik ke berbagai daerah di pelosok Nusa Tenggara Barat.

Perbaikan infrastruktur juga berpengaruh terhadap kebutuhan kendaraan penumpang, yang juga akan meningkat kebutuhan akan transportasi pribadi masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Di sini, DFSK menawarkan DFSK Glory 580, DFSK Glory 560, yang berteknologi tinggi, berkualitas, namun harga yang terjangkau bagi konsumen.

“DFSK memiliki misi untuk melayani konsumen Indonesia sebanyak-banyaknya melalui kendaraan-kendaraan terbaik yang kami produksi di Cikande, Serang, Banten.

Kini DFSK Mataram sudah hadir di tengah-tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat, dan bisa menjadi solusi untuk berbagai kebutuhan konsumen di sini,” pungkas Rifin.

Dealer DFSK Mataram dioperasikan oleh PT Cakraniaga Kencana yang mengutamakan kepuasan pelanggan ketika menjalankan bisnis otomotif. Dealer termuda DFSK ini menawarkan one stop service bagi para pelanggannya yang membutuhkan solusi mobilitas, mulai dari penjualan unit kendaraan DFSK, layanan purna jual, hingga penyediaan suku cadang untuk mempercepat pelayanan.

“Kami membuka dealer DFSK Mataram ini dengan melihat keseriusan DFSK dalam berbisnis di Indonesia yang memiliki orientasi terhadap pelayanan konsumen. Kehadiran DFSK semenjak setahun lalu dan penerimaan pasar yang cukup baik bagi brand, membuat kami percaya diri untuk membangun diler disini. Tentunya DFSK Mataram yang terletak di tengah kita kota ini kami harapkan dapat mengakomodir kebutuhan konsumen disini. Kedepannya kami juga akan melakukan pengembangan di wilayah Lombok Timur dan Pulau Sumbawa. Sehingga dapat lebih luas menjangkau konsumen di Nusa Tenggara Barat ini,” ujar Direktur PT Cakraniaga Kencana, Randi Ang, di kesempatan yang sama.

Keseriusan PT Cakraniaga Kencana berbisnis ditunjukan dengan membangun dealer DFSK Mataram di atas lahan seluas 1.200 Meter Persegi dan bangunan seluas 900 meter persegi di Jalan Sandubaya No.29, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Soal urusan layanan purna jual, dealer DFSK Mataram memiliki ruang servis lengkap. Sehingga memudahkan bagi teknisi melakukan pengecekan dengan hasil yang lebih akurat. Tanya hanya layanan pengecekan mobil. DFSK Mataram telah dilengkapi gudang suku cadang yang memuat berbagai part mobil mulai dari fast moving hingga slow moving. Konsumen pun tak perlu khawatir ketika mengalami masalah dengan kendaraan, tak perlu menunggu lama untuk ketersediaan suku cadang. Untuk semua type, DFSK dibandrol seratusan juta hingga Rp335 juta.(bul)