Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi Unram Diresmikan

Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi, Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M. Hum, Dr. Lalu Edy Herman Mulyono, SE.,MM dan stakeholders lainnya berkomitmen pada pengembangan Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi Unram

Mataram (suarantb.com) – Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi (kubiNov) Unram akhirnya diresmikan. Unram dan Pemprov NTB, serta stakeholders menyatakan dukungan. Inkubator bisnis Unram ini selanjutnya akan mengakselerasikan pembangunan di daerah, terutama program unggulan industrialisasi.

Persemian Kamis 26 September 2019. Diawali Focus Group Discussion (FGD) “Sinergi Penta – Helix Melalui Inkubator Bisnis Teknologi Menuju NTB Gemilang” yang menghadirkan seluruh stakeholders. Diantaranya dari unsur akademisi, pemerintahan, perbankan, LSM, pengusaha.
Dilanjutkan dengan kegiatan Bisnis Matching dengan Mitra. Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi Universitas Mataram adalah lembaga yang mengembangkan start up – start up baru berbasis komersial hasil riset Perguruan Tinggi

kubiNov Unram ini diinisisasi sejak tahun 2016. Karena beberapa faktor, peresmian dilakukan Kamis kemarin. Seperti yang dikemukakan Kepala kubiNov Unram, Dr. Lalu Edy Herman Mulyono, SE.,MM, secara operasonal, inkubator bisnis memberika fasilitas seperti ruang kerja, pendampingan, konsultasi manajemen, advokasi teknologi, akses pemasaran, akses permodalan, dan akses informasi secara umum maupun spesifik.

Program kubiNov sebagai program kerjasama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Universitas Mataram merupakan perwujudan dari salah satu tugas pokok dan fungsi Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknolgi dan Pendidikan Tinggi dalam mengembangkan start up berbasis komersialisasi hasil risret perguruan tinggi. saat ini kubiNov memiliki 2 tenant binaan inwall dan 15 calon tenan yang telah melalui proses seleksi dan rekrutmen.
“Visi kita adalah inkubator yang unggul di bidang agro bisnis untuk penciptaan dan pengembangan pengusaha pemula. Kenapa agro bisnis? Karena itulah keunggulan Unram. Tahun 2025 target kami akan banyak lahir start up untuk membdukung pembangunan ekonomi,” paparnya.

Saat ini yang diharapkan adalah dukungan dari semua stakeholders. Dari pemerintah pusat, maupun daerah. Kedepan kubiNov Unram ini ingin mandiri. Karenanya butuh gedung yang refresentative untuk melakukan inkubasi.

kubiNov Unram ini menurut Lalu Edy telah mendapat pengakuan. Diantaranya dari Kementerian Koperasi dan UKM. Dibuktikan dengan dukungan pendanaan untuk pelatihan-pelatihan dan seleksi tenant. Lalu pengakuan dari Markplus Jakarta yang akan memberikan penghargaan kubiNov Unram sebagai salah satu inkubator di Indonesia Timur.

Sebelumnya, Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M. Hum menjelaskan, Unram telah banyak menghasilkan produk – produk inovasi dari risert – risert yang telah banyak dilakukan.

Mulai dari madu trigona, beras analog, pupuk dari limbah rumput laut, bibit kentang bersertifikat, alat sampah, pupuk, pengering gabah vertical, pelet, vaksin, bahan bakar, TBC dan lainnya. Untuk itulah guna memberikan ilai tambah bagi produk inovasi ini, diperlukan incubator bisnis teknologi untuk mempercepat perkembangan strat up. Karena itu, penting menurutnya akademisi, pebisnis, pemermberintah berkolaborasi.
“Kami sangat perlu dukungan, Kemensristedikti, gubernur, pengsuaha dan mitra perbankan, agar inkubator ini bisa berkembang sebagaimana mastinya agar bermanfaat bagi daerah, masyarakat bangsa dan negara,” demikian L. Husni.

Semenatara Penjabat Sekda NTB, H. Iswandi mewakili gubernur dan pemerintah daerah memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Unram yang telah menggagas kubiNov yang menurutnya sangat strategis mendukung program jangka menengah Provinsi NTB.

Ada enam program strategis yang ingin di capai dalam waktu lima tahun kedepan. Diantaranya adalah industrialsiasi. Terutama pada sektor-sektor potensial, pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan. Hasil hutan dan kesehatan (obat-obatan).
Pemprov NTB mulai membangun Science Technology Industrial Park (STIP). Di STIP inilah, nantinya semua teknologi yang sudah ihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi atau peneiti yang ada di NTB diharapkan dapat terwujud.

“STIP ini adalah fasilitas yang disiapkan berupa lahan utuk memfasilitasi para inovator mewujudkan industrialisasi. Disinilah letak relevannya kegiatan incubator bisnis ini,” ujarnya.

Program industrialisasi pemeintah provinsi ini, kata Sekda tentu sangat mengharapan dukungan dari para peneliti dan perguruan tinggi, terutama Unram.
“Karena itu, pemprov sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat bekerjasama,” demikian Sekda.

Sementara dari Kemenristekdikti, Dr. Ferry Ramadhan menyebut ada 25 inkubator bisnis di NTB. dua diantaranya mendapatkan kehormatan dari Kemenristekdikti, yaitu inkubator bisnis Unram dan STP Sumbawa.
Kemenristekdikti juga menyediakan fasilitas pendanaan bagu penguatan kelembagaan. Diharapkan incubator bisnis Unram ini diharapkan akan mampu membina dan mengembangkan UKM yang ada di Nusa Tenggara Barat.(bul)