Dekranasda Ingin Lombok jadi Pusat Busana Muslim

Kain Sasambo, salah satu industri kain lokal untuk mewujudkan cita-cita Lombok menjadi pusat fashion muslim. L. Darmawan, dari Sasambo Bumi Gora menunjukkan kain tenun sasambo beragam motif. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB bercita-cita ingin menjadikan Lombok, NTB sebagai pusat busana mulsim. Semangat ini sejalan dengan diakuinya Lombok secara internasional sebagai tujuan wisata halal. Penegasan ini disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Zulkieflimansyah di Mataram, Jumat, 20 September 2019.

Istri orang nomor satu di NTB ini nampak sangat antusias mewujudkan cita-cita Dekrnasda NTB ini. Hj. Niken menjelaskan, NTB memiliki potensi yang cukup besar di bidang fashion. NTB diperkuat dengan kearifan lokal. Yaitu berkembangan industri tenun. Baik di Pulau Lombok, maupun di Pulau Sumbawa. “Kita punya keunikan. Keunikan kita adalah tenun,” demikian Hj. Niken.

Kepada Suara NTB, dipaparkan ikhtiar untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Lombok sebagai pusat busana muslim. Salah satunya, Dekranasda NTB mengumpulkan potensi-potensi yang ada di semua kabupaten/kota di provinsi ini. potensi-potensi produksi kain yang ada akan coba dibina, kemudian diangkat dan diselaraskan dengan program-program yang ada di provinsi. “Sekarang sudah mulai pilot project dengan Bank Indonesia. Bina desainer, konveksi, pemasarannya. Kita integrasikan,” ujarnya.

Kelemahan-kelemahan yang ada, misalnya tentang kualitas tenun yang perlu ditingkatkan, akan ditingkatkan. “Kita organisasikan kekuatan kita mewujudkannya,” imbuhnya. Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengikuti kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia Tahun 2019 di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada tanggal 12-14 September 2019 dengan membawa misi memperkenalkan NTB sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Sekaligus sebagai upaya pengembangan NTB sebagai pelaku moslem fashion industry di level nasional/internasional.

The Global Economic Islamic Report 2018/2019 menyebutkan, Indonesia saat ini berada  pada urutan kedua sebagai negara yang mengembangkan fashion muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab. Merujuk data Global Islamic Economic Index, konsumsi belanja busana muslim di Indonesia tahun 2017 mencapai US$ 20 miliar.

Oleh karena itu, NTB sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan budaya dan kriya (banyak kain tenun dengan  motif yang sangat khas) serta penduduk mayoritas muslim dengan kehidupan yang religius memiliki kesempatan besar untuk menjadi pelaku utama moslem fashion industry. (bul)