Investor Malaysia akan Bangun Pabrik Pakan

Ilustrasi pakan ternak (Sumber Foto : Needpix)

Mataram (Suara NTB) – Investor Malaysia berencana akan membangun pabrik pakan di Pulau Sumbawa. Mereka membutuhkan lahan sekitar 20.000 hektare untuk pengembangan tanaman jagung yang akan menjadi bahan baku pabrik pakan tersebut.

Rencana masuknya investor Malaysia mendirikan pabrik pakan di Sumbawa merupakan salah satu hasil kesepakatan dalam Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mereka tertarik membangun pabrik pakan karena melihat produksi jagung yang mencapai 2 juta ton setahun di NTB. Produksi jagung terbesar berada di Pulau Sumbawa.

‘’Dia butuh lahan 20 ribu hektare. Dia mau kerjasama dengan petani,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Ir. Andi Pramaria, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 18 September 2019 siang.

Andi menjelaskan dari 20.000 hektare lahan yang dibutuhkan, tidak semuanya akan dikuasai. Tetapi mereka akan bekerjasama dengan para petani jagung yang akan menyuplai bahan baku untuk pabrik pakan yang akan dibangun.

Dari 20.000 lahan tersebut, mereka hanya akan membutuhkan lahan sekitar 400 hektare untuk lahan inti penanaman jagung. Sehingga pasokan bahan baku berkesinambungan.

Pabrik pakan ternak yang akan dibangun di Sumbawa diperkirakan dimulai 2021 mendatang. Sedangkan untuk pabrik pakan skala kecil akan dikembangkan di Pulau Lombok pada 2020.

Andi mengatakan pihaknya akan mengadakan mesin untuk mengolah jagung menjadi pakan dengan kapasitas 500 kg per jam. Harganya sekitar Rp4,5 miliar.

‘’Kita akan menempatkan industri pakan ternak  di STIP. Kalau Sumbawa kita akan mendorong swasta. Karena Sumbawa potensi jagungnya besar. Sudah ada yang berminat, investor Malaysia,’’ ucapnya.

Selain industri pengolahan di sektor pertanian, juga akan dilakukan dibuat mesin pengolahan garam. Mesin pengolahan garam ini akan ditempatkan di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Sumbawa. Sedangkan untuk Bima, didorong pihak swasta.

Disebutkan, jumlah produksi garam di NTB mencapai 296.000 ton setahun. Namun persoalannya, garam yang diproduksi di NTB, kandungan NaCl-nya hanya 84 persen. Sedangkan yang dibutuhkan industri, kandungan NaCl minimal 94 persen. Hal inilah yang akan ditingkatkan dengan menyediakan mesin-mesin pengolahan garam pada 2020.

Selain itu, kata Andi, Pemprov melalui Diperin juga akan mendorong pembuatan mesin penetas telur. Karena NTB sekarang sedang menargetkan swasembada daging dan telur ayam. Sehingga dibuat kampung unggas dan peternakan ayam skala besar. Untuk mendukung swasembada telur dan daging ayam, maka dibuat mesin penetas telur. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.