Pasar Lelang Digital Mulai Diterapkan di NTB

Sariah dari Bidang PPDN Dinas Perdagangan Provinsi NTB menunjukkan beberapa jenis komoditas agro yang ditawarkan di pasar lelang kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Provinsi NTB mulai memberlakukan Pasar Lelang dengan sistem online. Puluhan pengusaha komoditas agro, Selasa, 17 September 2019 kemarin mengikuti kegiatan pasar lelang dengan sistem digital. Untuk pertama kalinya pasar lelang dengan memanfaatkan teknologi ini, diikuti dengan cukup antusias.

Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Oka Nurwan dan timnya berkesempatan mengikuti pasar lelang online yang dilaksanakan di Puri Indah Hotel, Kota Mataram. Transaksi tidak lagi dilakukan konvensional, seperti yang biasa dilakukan. Saling tawar menawar langsung antara pemilik komoditas dengan pembeli. Pasar lelang dengan sistem online ini relatif gampang.

Penjual dan pembeli hanya mengikuti perintah melalui layanan http://plk.bappebti.go.id/PriceInfo. Registrasi dapat dilakukan untuk mendapatkan user name dan password masuk ke dalam sistem. Penjual dapat memasukkan data komoditas yang akan dijual. Selanjutnya penyelenggara pasar lelang akan melakukan verifikasi  atas order jual yang diinput.

Baca juga:  Deviasi Serapan Fisik APBD NTB Capai 19,25 Persen

Apabila disetujui, dapat ditampilkan langsung pada sistem. Pembeli juga akan melakukan penawaran melalui sistem, dan pemenang lelang ditentukan dengan penawaran tertinggi pada akhir lelang. Pada kegiatan pasar lelang online kemarin, ada 12 peserta yang teregistrasi langsung. Komoditas yang ditawarkan diantaranya, beras, kopi, jagung, bawang merah, bawang putih dan beras merah. Transaksi menghasilkan Rp824 juta lebih, yang terjual hanya beras merah dan beras ciliwung.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Darmilaswati mengatakan dengan sistem online ini, seyogiyanya akan lebih memudahkan bagi pengusaha/petani. “Tinggal memanfaatkan gadget. Pasar lelang bisa diikuti dari rumah. Transaksi tawar menawar juga bisa dari manapun lewat HP,” katanya.

Hanya saja yang menjadi tantangan, tidak semua pengusaha/petani melek teknologi. Dinas Perdagangan Provinsi NTB terus mensosialisasikannya. Tahun 2019 ini, sudah tiga kali dilakukan sosialisasi terkait pasar lelang.  Di Lombok Tengah, Bima, dan Lombok Barat.

Baca juga:  Lotte Grosir Dibuka, Ini Janji Presiden Direkturnya

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si menyampaikan, pasar lelang komoditas di Provinsi NTB telah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha yang bergerak di bidang komoditas. Sejak di launchingnya pasar lelang pada 25 September 2005 oleh Menteri Perdagangan hingga tahun 2018, pasar lelang telah menghasilkan transaksi Rp596 miliar. Dan tahun 2019 ini, capaian transaksi pasar lelang ke II pada Agustus menghasilkan transaksi Rp3,8 miliar.

Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga telah melakukan komunikasi dengan Dinas Perindag Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan lelang online antar provinsi. “Kita mempersilakan para pelaku usaha NTB untuk ikut melakukan penawaran beli atas komoditi yang sedang dilelang di Sumatera Barat,” demikian Hj. Selly. (bul)