Suplai Semen dari Pabrik Mulai Normal

Rizki Dinihari (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk memastikan pemeliharaan mesin telah selesai dilakukan. Suplai dari pabrik di Kalimantan mulai normal kembali. Penegasan ini disampaikan Senior Corporate Communication PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Rizki Dinihari.

Beberapa waktu terakhhir, stok semen khususnya merek Tiga Roda sangat terbatas di pasaran. Merek ini menguasai pasar di NTB sampai 55 persen. Akibat terbatasnya pasokan dari pabrik di masa pemeliharaan, terjadi instabilitas yang memicu kenaikan harga semen. “Pabrik yang di Tarjun (Kalimantan Selatan) sudah jalan, sekitar semingguan yang lalu,” kata Rizki menjawab Suara NTB di Mataram, Senin, 16 September 2019.

Proses pengiriman juga sudah dilakukan. Mengisi jadwal antrean kapal yang cukup padat. Jika suplainya masih belum normal seperti sebelum-sebelumnya. Rizki mengatakan harap dimaklumi. “Karena mungkin kelamaan kosong, permintaan membludak. Kapal baru merapat, bongkar langsung jalan lagi,” jelas Rizki.

Baca juga:  Kenaikan Harga Semen, Polda NTB Siapkan Sanksi Distributor Nakal

Semua daerah menjadi prioritas. Hanya sementara ini yang dihadapi adalah masalah distribusi. NTB adalah daerah yang dipasok oleh pabrik Indocement yang ada di Tarjun, Kalimantan Selatan. Sementara pabrik di Bogor, Jawa Barat untuk memasok kebutuhan semen di Jabodetabek. Dan Pabrik di Cirebon untuk menyasar kebutuhan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“NTB pelan-pelan deh, tapi sudah jalan. Pabrik di Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan Sulawesi, NTB sampai Papua yang dipenuhi,” imbuhnya. Bagaimana dengan harga yang saat ini masih liar di tingkat pengecer? Rizki mengatakan, dalam hal ini produsen tak bisa mengintervensi sampai distribusi ujung.

Baca juga:  Polda NTB akan Panggil Distributor Semen dan Pelindo III

Harga masih tetap sesuai ketentuan yang dibuat pabrik, sampai di distributor. Sementara ini berlaku hukum pasar, karena pasokan terbatas mengakibatkan terjadinya pembentukan harga yang berbeda dari biasanya. “Masalah suplay and demand saja. Tidak bisa kita hindari memang. Tapi dari kita yang jelas tidak pernah ada kenaikan harga,” demikian Rizki. Indocement sedang mengupayakan agar pasar kembali normal. Terutama untuk wilayah NTB dan Sulawesi yang saat ini tengah melakukan recovery pascagempa setahun lalu. (bul)