Semen Langka di Mataram

Pekerja sedang mengerjakan bagian monumen di Lingkar Selatan, Kamis, 12 September 2019. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Distribusi semen sejak beberapa hari ini menipis alias langka. Kelangkaan ini dikhawatirkan akan mengganggu pengerjaan proyek di Kota Mataram. Distributor juga tidak melayani pembelian banyak.

Guntur, pegawai salah satu kontraktor di Kota Mataram menyampaikan, sampai saat ini, semen langka. Pihaknya pernah memesan 1.000 sak di distributor untuk kebutuhan sejumlah proyek. Oleh distributor tidak diperkenankan untuk beli banyak dan hanya mendapatkan 150 sak. “Betul langka,” tuturnya dikonfirmasi pekan kemarin.

Untuk mendapatkan 150 sak semen itu pun sambungnya, harus mengantri lebih dari enam jam. Di satu sisi, mereka harus mempercepat pekerjaan di beberapa titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman belum mengetahui informasi kelangkaan semen di Mataram. Kalaupun ini benar dikhawatirkan akan mengganggu pekerjaan. Kebutuhan semen pada konstruksi fisik bangunan sangat diperlukan. “Sampai sekarang belum ada laporan dari rekanan,” katanya.

Baca juga:  Polda NTB akan Panggil Distributor Semen dan Pelindo III

Tahun ini, Dinas PUPR memiliki pekerjaan fisik di antaranya, pengerjaan monumen Mataram Metro senilai Rp11 miliar. Pekerjaan ini dimenangkan oleh PT. Tunggal Ika Kon. Rehab gedung Kantor Walikota senilai Rp1,5 miliar dikerjakan oleh PT. Doro Belo Angkasa, pembangunan Jembatan Repoq Bebek senilai Rp1,5 miliar. Proyek dikerjakan oleh CV. Amalia Pratama, rehab gedung Badan Keuangan Daerah yang dikerjakan oleh CV. Kurnia Karya dengan nilai pekerjaan Rp1,4 miliar lebih dari pagu Rp1,5 miliar, pembangunan Kantor Lurah Sayang – sayang dengan pagu Rp750 juta. Proyek dikerjakan oleh CV. Graha Utama.

Baca juga:  Kenaikan Harga Semen, Polda NTB Siapkan Sanksi Distributor Nakal

Kantor Camat Ampenan dengan pagu Rp1,5 miliar dikerjakan oleh CV. Dayen Peken. Lanjutan pengerjaan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga dengan pagu Rp1,5 miliar dikerjakan oleh CV. Tiga Serangkai. Dan, lanjutan gedung Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia senilai Rp1,5 miliar dikerjakan oleh CV. Karya Berikhtiar.

Miftah menambahkan, permasalahan ini akan dikoordinasikan dengan rekanan yang mengerjakan proyek di Dinas PUPR. Jangan sampai, proyek terganggu dengan kelangkaan semen. Beda halnya dengan peningkatan kualitas jalan senilai Rp22 miliar dari anggaran tambahan dana alokasi khusus tidak ada masalah. Karena, semen dibutuhkan tidak terlalu banyak. Namun demikian diharapkan, semua pekerjaan fisik bisa selesai tepat waktu. (cem)