Potensi Besar Wisatawan China Perlu Digarap Serius

Ilustrasi wisatawan yang berkunjung ke NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Peningkatan geliat pariwisata NTB dengan mengakomodir potensi wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari China, perlu mendapat perhatian. Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra, menerangkan bahwa potensi wisatawan yang cukup besar sebenarnya datang dari Negara Tirai Bambu tersebut.

‘’China ini wisatawannya mendominasi dunia sekarang. Cuma kita belum garap secara serius,’’ ujar Lanang Jumat, 13 September 2019 ketika dihubungi Suara NTB. Menurutnya, perlu ada keseriusan dari para pelaku wisata dan pemerintah untuk mengatur kebijakan yang bisa mengakomodir wisatawan asal China.

Keseriusan yang dimaksud Lanang adalah penyediaan beberapa fasilitas khusus. Dimana menurutnya, wisatawan China sangat menyukai wisata kuliner dan pembelian suvenir. Mengingat selera wisatawan China sangat khusus, maka NTB menjadi pilihan yang kurang menarik untuk memenuhi hal tersebut. “Kuliner kita kurang variatif. Belum ada restoran besar China di sini. Bir juga agak susah, kemarin juga malah ada razia,’’ ujar Lanang.

Terkait hal tersebut, diakui Lanang pihak hotel tetap melakukan koordinasi dengan perwakilan di Bali bagi yang memiliki cabang di Pulau Dewata itu. Hal serupa terutama dilakukan oleh agen perjalanan wisata, mengingat potensi wisatawan China di Bali cukup besar. ‘’Wisatawan China ini mendominasi dunia sekarang. Itu di Bali sedang ramai-ramainya,’’ ujarnya.

Baca juga:  Info Cuaca Penting untuk Strategi Pariwisata

Senada dengan itu, Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka membenarkan dominasi wisatawan China yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa anggota Asita disebut Dewantoro telah menerima pesanan.

‘’Wisatawan China (memang) cukup potensial. Banyak yang datang lewat Kuala Lumpur, Bali, dan Jakarta,’’ ujarnya kepada Suara NTB, Jumat, 13 September 2019 di Mataram. Asita telah menyediakan anggota khusus untuk mengakomodir kedatangan wisatawan asal China itu.

Beberapa hal yang menjadi catatan Dewantoro terkait potensi wisatawan asal China adalah diperlukannya penerbangan langsung dari China menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) ataupun sebaliknya. Selain itu, promosi dengan mengatur harga paket tur yang kompetitif juga perlu dilakukan.

Diterangkan Dewantoro wisatawan asal China selama ini sangat menyukai wisata air seperti mengunjungi ari terjun, pantai, atau melakukan arung jeram. Disebutnya, jika mengukur secara kasar berdasarkan kedatangan dari BIL, maka wisatawan China menduduki posisi kedua dimana dalam satu bulan jumlah kunjungan bisa mencapai 3.000 orang. Sedangkan urutan pertama diduduki oleh wisatawan asal Malaysia yang bisa mencapai 7.500 orang dalam satu bulan, diikuti wisatawan Australia yang bisa mencapai 2.000 orang.

Baca juga:  Pemprov Perlu Intervensi Destinasi Wisata di Mataram

Menanggapi hal tersebut Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPB) NTB, Anita Achmad, menerangkan bahwa China memang menjadi salah satu target promosi saat ini, diikuti negara-negara Asia lainnya juga Australia. Walaupun begitu, diterangkan Anita bahwa hal yang terpenting adalah meyakinkan wisatawan, dari negara manapun bahwa NTB sudah aman untuk dikunjungi.

‘’Wisatawan itu masih takut untuk datang. Jadi bagaimana upaya kita untuk meyakinkan mereka bahwa NTB itu sudah aman untuk dikunjungi,’’ ujarnya ketika dihubungi Suara NTB, Jumat, 13 September 2019. Terkait penyediaan fasilitas untuk mengakomodir kebutuhan khusus wisatawan, disebut Anita merupakan hal yang mengikuti kedatangan wisatawan terlebih dahulu. ‘’Bagaimana mau disediakan fasilitas kalau wisatawannya sendiri belum datang,’’ ujarnya.

Untuk itu, disebut Anita BPPD telah merencanakan promosi besar-besaran yang akan dilakukan paling lambat pada awal tahun 2020. Beberapa program promosi sendiri telah disiapkan untuk menjaring wisatawan, bukan hanya China. Tapi dari negara-negara lain yang dianggap memiliki potensi bagi peningkatan geliat pariwisata NTB. (bay)