Pemprov NTB dan DPIM Tandatangani LoI

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menerima cinderamata seusai penandatanganan LoI antara Pemprov NTB dan DPIM (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai penanda awal perjanjian kerjasama dengan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM), Rabu, 11 September 2019. Berlangsung di Ruang Rapat Umum Kantor Gubernur NTB, kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama kedua belah pihak untuk bekerjasama di enam bidang yang berbeda.

Ke enam bidang tersebut antara lain bidang pertanian dan perkebunan tentang pengembangan komoditas coklat, jagung, dan gula aren. Bidang kesehatan tentang penelitian dan bisnis farmasi. Bidang peternakan dan kesehatan hewan tentang pengembangan budidaya ternak sapi di Kabupaten Sumbawa. Selain itu ada juga bidang perdagangan tentang pengelolaan produk-produk hasil usaha kecil dan menengah. Bidang lingkungan hidup dan kehutanan tentang pengembangan kawasan hutan sebagai destinasi wisata serta pembuatan mesin pengolah sampah. Bidang perindustrian tentang pembangunan pabrik industri kanal dan spandex serta pembangunan mesin pengolah sampah.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membawahi bidang-bidang kerja sama agar memaksimalkan kunjungan DPIM tersebut. ‘’Semoga kehadiran teman-teman kita dari Malaysia ini benar-benar dimanfaatkan untuk bersilaturahmi,’’  ujar gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut di hadapan seluruh perwakilan DPIM dan pimpinan OPD yang hadir.

Baca juga:  Pemkot Targetkan Investasi Mencapai Rp1,4 Triliun

‘’Kalau bahasa bisnisnya itu profit and money it’s just like oxygen. We need it for life but it’s not a purpose of life (keuntungan dan uang itu seperti oksigen. Kita membutuhkannya untuk hidup, tapi bukan menjadi tujuan hidup0,’’ ujarnya. Menurut Dr. Zul, penandatanganan LoI tersebut merupakan upaya awal untuk saling mengenal potensi masing-masing.

Dr. Zul sendiri menegaskan bahwa dirinya akan membantu dengan maksimal proses investasi yang ditawarkan DPIM. Selain itu, secara khusus

disampaikan pula bahwa NTB memiliki potensi alam yang cukup besar untuk dieksplorasi oleh dunia bisnis. “Kemarin saya mengunjungi Lombok Barat. Ternyata Kita punya lebih banyak gili yang lebih indah dari Gili Trawangan,” ujar gubernur.

Selain itu, mengingat DPIM merupakan organisasi yang menaungi banyak perusahaan besar di Malaysia, maka kemungkinan kerjasama di banyak bidang juga terbuka lebar. Dengan begitu diharapkan intensitas penerbangan langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ke Malaysia ikut bertambah sehingga memunculkan hubungan yang lebih erat. “Misi kita sangat besar. Bukan hanya misi perdagangan dan bisnis. Tapi mudah-mudahan kita saling berbagi persamaan,’’ harap Dr. Zul.

Baca juga:  Gubernur Ingin Pastikan Desa-desa di NTB Ramah Investasi

Menanggapi hal tersebut Presiden DPIM, Tuan Hj. Mohammad Sahar Mat Din, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran Pemprov NTB, khususnya Gubernur NTB. Hal itu disampaikan Sahar sebagai pujian terhadap integritas Pemprov NTB dalam memfasilitasi kunjungan mereka sebagai bentuk komitmen untuk menjalin kerja sama.

‘’Kami berterimakasih kepada Bapak Gubernur dan pimpinan lainnya. Banyak hasil dari pembicaraan dan diskusi yang kita laksanakan beberapa hari ini,’’ ujar Sahar. Selain itu, diterangkan pula bahwa perusahaan-perusahaan yang mengirim perwakilannya ke NTB di bawah bendera DPIM adalah investor-investor dari perusahaan yang mempunyai komitmen tinggi. “Semoga kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar,’’ harapnya.

Sebelumnya, beberapa perwakilan perusahaan besar Malaysia yang tergabung dalam DPIM mengunjungi NTB sejak 8 September lalu. Kunjungan tersebut ditujukan untuk mengelaborasi kemungkinan kerjasama dalam 23 bidang yang dinaungi OPD lingkup Pemprov NTB.  Pada hari pertama kunjungan, telah dilakukan diskusi mendalam serta kunjungan lapangan yang melahirkan LoI untuk kerjasama dalam beberapa bidang seperti pariwisata, lingkungan hidup, perdangangan, industri, dan kesehatan. (bay)