Polemik Semen, Pelindo III Tegaskan DN II Layani Kapal Penumpang

Salah satu dermaga di Pelabuhan Lembar milik Pelindo III sedang melakukan aktivitas bongkar barang. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – General Manajer Pelindo III Cabang Lembar, Erry Ardiyanto meminta para pengguna jasa kepelabuhanan agar memahami fungsi dermaga. Mengemukakan kembali persoalan beberapa waktu terakhir. Semen merek tertentu langka di pasaran.

Satgas Pangan melakukan penelusuran untuk mengetahui persoalannya. Salah satu persoalan utama adalah minimnya pasokan dari produsen. Akibat pengurangan produksi di masa perbaikan mesin. Persoalan lain yang diterima oleh Satgas Pangan adalah keluhan tentang kebijakan di Pelabuhan Lembar, milik Pelindo III.

Dimana, kerap kali bongkar semen tidak tuntas dilakukan. Aktivitas bongkar harus ditunda ketika kapal penumpang datang. Seharusnya, bongkar dilakukan sampai tuntas sebelum kapal lain masuk dermaga. Persoalan semen ini, oleh pengguna jasa, bisa dikurangi. Asal, otoritas pelabuhan memberikan prioritas bongkar semen.

Erry meluruskan kembali pemahaman pengguna jasa terkait pemanfaatan dermaga milik Pelindo III. Dikatakannya, saat ini Pelindo III memiliki tiga dermaga. Dermaga lokal, yang peruntukkannya pada pelayanan rakyat.  Misalnya kapal kayu, yang saat jarang dijumpai. Dermaga lokal ini kini dimanfaatkan untuk bongkar batu bara.

Baca juga:  Suplai Semen dari Pabrik Mulai Normal

Ada juga Dermaga Nusantara (DN) I, dermaga yang diperuntukkan bongkar kapal semen (kemasan dan curah), peti kemas, minyak goreng, dan pupuk curah. Lalu ada juga DN II yang disiapkan untuk melayani kapal penumpang (kapal roro) dan general cargo.

Untuk kapal semen dan pupuk, prioritas di DN I. Hanya saja, akibat terbatasnya dermaga, kapal-kapal semen yang datang dibijaksanai juga untuk memanfaatkan DN II, ketika bongkar muat kapal penumpang tengah kosong. “Kalau  kapal roro sedang kosong, bisa dipakai untuk bongkar semen. Tapi kalau ada kapal penumpang ini datang, mau ndak mau, bongkar semen ditunda dan kapal roro harus masuk,” kata Erry.

Setelah kapal roro selesai bongkar muat, kapal semen bisa disandarkan lagi untuk bongkar. Ini bukan persoalan kata Erry. Seharusnya DN II, tidak digunakan untuk bongkar semen. Karena situasinya, dibijaksanailah kapal pengangkut semen melakukan bongkar. Harapannya agar stok semen tak kurang.

Baca juga:  Semen Langka, Proyek Pemerintah Terancam Macet

“Ya harus dimaklumi, DN II memang untuk kapal penumpang. Kalau kapal semen harus ke luar masuk dan bongkar tertunda, wajar. Karena dermaga itu memang untuk kapal penumpang. Kita bijaksanai bongkar di DN II untuk mengurai persoalan saja,” tambah Erry.

Karena itu, pengguna jasa diharapkannya harus paham. Tidak kemudian menggeneralisir seolah-olah ada diskriminasi. Padahal, dermaga untuk bongkar muat di DN I sudah dikhususkan. “Jangan giliran lancar, untung besar, pengusaha ini diam. Giliran terganggu sedikit dan untungnya kurang, kami disalahkan. Harusnya diketahui fungsi masing-masing dermaga sesuai undang-undang,” demikian Erry.

Pelabuhan Gili Mas saat ini dikebut. Rencananya akan ujicoba pada awal November ini. Harapannya, seluruh persoalan di pelabuhan akan terurai setelah Gili Mas beroperasi nantinya. (bul)