Semen Langka, Proyek Pemerintah Terancam Macet

Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kelangkaan semen yang terjadi di NTB beberapa beberapa pekan terakhir dikhawatirkan berpengaruh terhadap macetnya pengerjaan proyek-proyek pemerintah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB sedang melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan OPD lainnya terkait kelangkaan semen yang terjadi belakangan ini.

‘’Sampai saat ini belum macet. Tapi akan mengarah ke situ (pengerjaan proyek akan macet). Kalau dalam minggu-minggu ini semen terus  langka. Tapi harapan kita pasokan semen normal kembali,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 10 September 2019 siang.

Azhar mengatakan, pihaknya sedang melakukan evaluasi. Karena kejadian seperti ini tidak terjadi tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut untuk mengetahui kebutuhan semen di NTB.

Baca juga:  Proyek Dermaga Waduruka Dilanjutkan

Dikatakan, saat ini proyek-proyek konstruksi sedang berjalan. Sehingga, kelangkaan semen ini otomatis akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan.

Namun, ia mengatakan untuk proyek-proyek skala besar biasanya rekanan melakukan kontrak pengadaan semen secara langsung dengan pabrik. Tetapi untuk pekerjaan yang dilakukan rekanan skala kecil, mereka membeli semen secara eceran. Proyek mereka inilah yang kemungkinan besar kena dampak akibat kelangkaan semen tersebut.

‘’Kalau pekerjaan beton mungkin akan berpengaruh. Tapi kalau pekerjaan aspal, jalan mudah-mudahan tidak berpengaruh. Makanya kita evaluasi sejauhmana pengaruhnya. Nanti kita akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan,’’ ujarnya.

Tahun sebelumnya, kata Azhar tidak dilakukan evaluasi karena pasokan semen normal. Sekarang terjadi kelangkaan. Kalaupun ada semen merk tertentu, harganya mulai meningkat.

Baca juga:  Deviasi Serapan Fisik APBD NTB Capai 19,25 Persen

Menurutnya, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya. Sehingga pasokan semen di NTB dapat kembali normal untuk kelancaran  pelaksanaan proyek-proyek pembangunan  yang dilakukan pemerintah di NTB.

‘’Biasanya ini  temporer. Mudah-mudahan semen tidak  hilang sama sekali,’’ harapnya.

Pada APBD 2019, jumlah proyek fisik yang dilelang lewat Unit Layanan Pengadaan (ULP) NTB sebanyak 152 paket senilai Rp312,69 miliar. Selain itu, sebanyak 4.336 paket proyek senilai Rp711 miliar lebih merupakan proyek non lelang atau penunjukan langsung. Proyek-proyek tersebut tersebar di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB.

Khusus untuk proyek fisik yang dilelang lewat ULP, sebanyak 126 paket senilai Rp282,45 miliar sudah selesai tender. Artinya, proyek-proyek tersebut sedang dalam pengerjaan di lapangan. (nas)