APGN Tingkatkan Omzet UMKM

Hj. Putu Selly Andayani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gelaran Asia Pacific Geoparks Network (APGN) ke-6 tahun 2019 turut memberikan imbas positif bagi pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTB. Dengan potensi pembeli mencapai ratusan orang, omzet yang didapat bisa mencapai jutaan rupiah dalam sehari.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, MSI, menerangkan bahwa produk UMKM telah siap di stand masing-masing UMKM di Hotel Lombok Garden yang menjadi lokasi utama simposium internasional itu. ‘’Barangnya juga akhirnya diambil lagi dari Bale Kriya karena kekurangan (jumlah) produk. Peserta APGN memborong hiasan batok kelapa dari KLU,’’ ujarnya ketika dihubungi Suara NTB, Kamis, 5 September 2019.

Diterangkan Selly ada berbagai jenis kerajinan hasil UMKM NTB. Diantaranya fashion berupa baju tenun, songket dan turunannya seperti sepatu dari tenun, tas dan hand-bag. Selain itu ada juga ketak serta hiasan rumah seperti batok kelapa dari Lombok Utara dan Lombok Barat dan aneka kuliner.

Beberapa produk yang menjadi primadona sendiri adalah olahan batok kelapa, baju batik dari kain tenun, pashmina, serta sepatu tenun. Untuk jajanan sendiri produk dari UMKM Nutsafir Cookies Lombok yang jadi juaranya. “Kalau tenun ternyata mereka cari yg sudah jadi baju, seperti batik. Memang batik ternyata sudah diakui dunia,’’ ujar Selly.

Seluruh produk yang dipamerkan dalam gelaran APGN itu sendiri berasal dari UMKM yang telah mendapatkan pelatihan ekspor. Menurut Selly, hal itu untuk menjaga standar sekaligus memperbesar kemungkinan ekspor mengingat peserta APGN berasal dari berbagai belahan dunia.

Selain itu, pemanfaatan portal daring seperti I-Shop yang dikembangkan pemerintah juga turut membantu dan memaksimalkan transaksi dari UMKM selama gelaran APGN berlangsung. ‘’Yang dihadirkan sekarang di APGN adalah barang-barang I-Shop, karena itu dijamin kepuasannya untuk berbelanja,’’ ujarnya. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari transaksi uang tunai dan sekaligus memudahkan transaksi sesuai mata uang dari berbagai negara peserta APGN.

Salah seorang pemilik UMKM yang turut memamerkan produknya di stand penjualan APGN, Hema, mengaku APGN memberikan dampak positif bagi usahanya. Diterangkan Hema omzetnya meningkat dua kali lipat selama gelaran APGN berlangsung.

‘’Kebanyakan yang melihat-lihat untuk belanja untuk saat ini dari Indonesia. Seperti Bupati Pandegelang dan Bupati Pacitan,” ujar Hena kemarin. Selain itu, beberapa peserta dari Korea Selatan juga kerap membeli produknya berupa pakaian, sepatu, dan lain-lain yang memiliki tulisan Lombok. “Jadi yang bermotif ada tulisan Lombok sangat dicari,” sambung pemilik usaha Ingesne Lombok Hema Collection itu.

Diakui Hena gelaran APGN membantu promosi produk UMKM miliknya serta UMKM lainnya secara umum untuk lebih dikenal oleh dunia. Terlebih mereka telah mendapatkan pelatihan eksport. Terlebih pascabencana gempa tahun lalu yang sempat melesukan semua sektor, termasuk penjualan produk UMKM. (bay)