Catatan dari Tiongkok (2)

Jiang Xi dan Kekuatan Ekonomi Provinsi di China

Seorang perajin sedang melukis keramik di pusat industri keramik di wialyah Jingdezhen. Sektor pariwisata juga berkembang pesat mengikuti sektor industri di Jiang Xi. (Suara NTB/rak)

Jiang Xi, merupakan salah satu provinsi di Tiongkok yang berkembang pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 46 juta jiwa, provinsi ini mampu memadukan industri, pertanian dan pariwisata bergerak secara terpadu. Kontribusi perpaduan ke tiga sektor unggulan ini, menempatkan Jiang Xi sebagai salah satu provinsi  yang menjadi sumber kekuatan ekonomi China. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 9 persen (tahun 2018), menjadikan provinsi dengan Ibu Kota Nanchang ini, sebagai provinsi terkaya ke dua di Tiongkok setelah Zhejiang.

DUA hari menjelajahi sejumlah warisan sejarah Tiongkok di Kota Beijing, Wartawan Suara NTB, Raka Akriyani dan rombongan Delegasi Jurnalis Bali, NTB dan NTT melanjutkan perjalanan ke Provinsi Jiang Xi.  Dengan menempuh penerbangan selama 2 jam 30 menit dari Beijing Capital International Airport, delegasi yang didampingi Staf Konjen RRT di Denpasar, Erika Gunawati, tiba di Bandara  Jingdezhen, Provinsi Jiang Xi sekitar pukul 21.30 waktu Jiang Xi.

Setelah istirahat semalam, para delegasi  mengawali kunjungan hari pertamanya di Jiang Xi ke Tao Xichuan Ceramic Avenue, Jingdezhen.  Jingdezhen dijuluki sebagai ibu kota keramik Tiongkok. Kawasan Tao Xichuan Ceramic Avenue, adalah bekas pusat pabrik keramik  terbesar di sana. Tao Xichuan Ceramic Avenue, kini  disulap menjadi museum. Jejak sejarah industri keramik di zaman dinasti, masih terawat baik di sana . Setiap pengunjung ke museum ini,  diedukasi tentang sejarah pembuatan keramik. Di museum ini juga bercerita tentang peradaban keramik Tiongkok dari masa ke masa.

Informasi lengkap tentang pembuatan keramik, termasuk tungku pembakaran keramik  konvensional (tungku pertama dibuat), masih terawat melengkapi museum yang berada di atas areal seluas 12 hektar itu. Sejumlah cerobong asap setinggi 60 meter tersebar di beberapa tempat, adalah jejak sejarah keramik Tiongkok yang mendunia.

Model pakaian para pekerja keramik dari masa ke masa di museum itu,  bercerita tentang model pakaian yang dikenakan pekerja di sana.  Beragam peralatan tradisional untuk membuat keramik,  juga menghiasi sudut  museum . Yang mengagumkan,  foto ribuan karyawan yang pernah bekerja di pabrik keramik itu dipajang di sana. Foto-foto para pekerja didokumentasikan dalam bentuk slide layaknya pahlawan.

‘’Foto para pekerja ada semua. Ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada mereka yang pernah bekerja di sini,’’ ujar Huang Xin Yue, pemandu di museum itu.  Mantan para pekerja keramik  yang sudah meninggal, dihormati dan dihargai sebagai pahlawan.

Di wilayah Jingdezhen, ribuan warganya menjadi perajin keramik. Perhatian pemerintah Tiongkok terhadap industri keramik sangat besar. Perajin terus diedukasi oleh tenaga-tenaga ahli  yang disiapkan pemerintah untuk terus menghasilkan karya yang sesuai dengan selera zaman. Keramik tidak saja diproduksi dalam bentuk peralatan rumah tangga dan hiasan semata. Para perajin di sana dituntun kreatif menciptakan desain-desain yang diminati generasi kekinian dan pasar global.

Pemrov NTB bisa saja belajar dari pola pembinaan perajin keramik Jingdezhen yang bisa bertahan eksis hingga ratusan tahun. Industri keramik di sana berkelanjutan bahkan semakin mendunia dengan pasar jelas dan terjaga. Berbeda dengan industri gerabah di Banyumulek, Lombok Barat yang pernah mengalami masa kejayaan. Namun kini, industri gerabah itu  telah mati suri.

Sektor pariwisata juga berkembang pesat mengikuti sektor industri di Jiang Xi. (Suara NTB/rak)
Sektor pariwisata juga berkembang pesat mengikuti sektor industri di Jiang Xi. (Suara NTB/rak)

Pusat Industri Manufaktur

Ada Jingdezhen yang menjadi pusat industri keramik dunia. Ada juga, Nanchang  yang  tidak saja pusat  industri manufaktur, tetapi industri pariwisata dan pariwisata berkembang sangat pesat. Ibu Kota Provinsi  Jiang Xi ini, telah berusia 200 tahun itu dan menjadi salah satu dari 35 kota besar di China yang berkembang pesat di bidang ekonomi. Di Nanchang, ada enam pabrik otomotif  tumbuh positif. Juga ada industri pembuatan elemen- elemen pesawat terbang, pabrik lensa kamera dan lensa handphone terbesar di Tiongkok.

 “Pada tahun 2018, pendapatan domestik regional broto kami mencapai sekitar 5.207 miliar RMB (yuan). Naik 8,9 prosen dari tahun 2017. Sedangkan pendapatan perkapita mencapai 1.370 RMB per tahun,’’ ujar Direktur Deputi Urusan Luar Negeri Nanchang, Mao Yishui, ketika menjamu makan siang, Delegasi Jurnalis Bali, NTB dan NTT.

Nanchang dengan luas wilayah 7.402 Km2 dan berpenduduk 5,5 juta di samping berkembang sebagai pusat perekonomian, politik dan budaya, juga maju di bidang pariwisata. Industri pariwisata Nanchang pada tahun 2018, mampu menyedot kunjungan wisata 1,5 juta. Sejumlah objek wisata yang ditawarkan adalah situs-situs budaya.

Industri manufaktur dan pariwisata yang berkembang pesat di Nanchang, tidak membuat sektor pertanian sebagai sektor primer terabaikan. Pemerintah Jiang Xi,  mengembangkan industri otomotif  dan pabrik elemen pesawat terbang,  namun tetap menempatkan pertanian sebagai sektor penting. Produksi pertanian, selain untuk memenuhi kebutuhan warga di Jiang Xi. Produksi pertanian seperti padi, umbi-umbian dan hortikultura lainnya yang tumbuh subur di provinsi ini, juga dipasok untuk memenuhi kebutuhan provinsi lain di Tiongkok.

‘’Sumbangan pertanian untuk PDRB maupun pendapatan perkapita memang tak mencapai 10 persen. Namun kami dengan konsisten menjaga dan memeliharanya,’’ kata Wakil Deputi Urusan Luar Negeri Nanchang, Dr.Huang Jiawen.

Pertanian tetap eksis berkembang di Nanchang, khususnya di antara wilayah Wuyuan dan Shangrao. Di wilayah ini, padi tumbuh subur,  perkebunan maupun perikanan darat.  Provinsi Jiang Xi  sebagai kota industri, mampu menselaraskan sektor pariwisata, pertanian, perdagangan dan transportasi sehingga provinsi ini mampu menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi China.  (*)