1.396 RTM di NTB Dapat Sambungan Listrik Gratis

Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah meninjau listrik gratis yang dibantu kepada masyarakat miskin di Lombok Tengah kemarin (Suara NTB/bul)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 1.396 RTM (Rumah Tangga Miskin) tersebar di Provinsi NTB.

Simbolis penyalaan listrik dilakukan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan, dan PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka dan jajaran di Desa Gemel, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis, 29 Agustus 2019 kemarin.

Tiga orang penerima sambungan listrik gratis, Warga Lombok Tengah di Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Di hadapan menteri Jonan, Gubernur dan jajaran PLN, mereka menyampaikan syukur dan terimakasihnya. Pemerintah memfasilitasi sambungan listrik gratis.

Inaq Nurhasanah misalnya. Selama puluhan tahun ikut nyantol listrik di tetangganya. Janda penjual es keliling ini tidak memiliki biaya untuk pemasangan meter listrik. Setiap bulan, ia harus membayar patungan bersama pemilik meter. “Kalau bayar Rp30.000, sama-sama Rp10.000 atau Rp15.000,” ungkapnya.

Dua minggu terakhir, ia mendapat sambungan listrik gratis dari PLN dengan daya 450 VA. Dengan adanya listrik, kini Nur dapat membuat sendiri es mambo untuk dijual. Harapannya hasil yang didapatkan juga bisa bertambah. “Ya mudah-mudahan ada listrik bisa tambah untungnya. Sekarang bisa buat esnya sendiri. Terima kasih Pak Menteri,” tutur Nur.

Menteri Jonan, bersama gubernur sempat memeriksa rumah sederhana milik Nurhasanah. Menteri dan gubernur juga mengharapkan sambungan listrik ini akan memberikan manfaat yang lebih.

Inaq Ripah juga demikian. Puluhan tahun juga mendapat penerangan listrik dari tetangganya. Dalam sebulan ia membayar Rp15.000 sampai Rp20.000 kepada tetangga pemilik meter listrik. Sebab tak memiliki apa-apa, tentu ia juga merasa sangat berat menyiapkan uang untuk pemasangan meter listrik.

Sehari-hari ia bekerja menyabit rumput. Memberikan pakan ternak milik orang lain yang ia gemukkan. Hasilnya didapat setelah sapi tersebut dijual dan dibagi dengan pemilik. “Sudah enam tahun kami daftar dapat bantuan. Alhamdulillah, nama saya ke luar. Dua minggu ini sudah dipasangkan listrik,” ungkapnya.

Selain program bantuan penyambungan baru listrik, melalui program listrik desa, PLN terus membangun jaringan untuk melistriki daerah-daerah terpencil. Pada tahun 2019, PLN menargetkan dapat melistriki 34 lokasi terpencil.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia merdeka listrik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemberian bantuan sambung listrik gratis untuk warga kurang mampu.

“Pemerintah terus mendorong berbagai pihak, selain kami di pusat ada pemerintah daerah dan BUMN yang terus kami dorong untuk sinergi melistriki nusantara. Hari ini kita nyalakan listrik hasil dari Program BPBL,” ujarnya.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) diinisiasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi NTB. Hingga bulan Juli 2019, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 98 persen. PLN menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,9 persen pada akhir tahun 2019.

“Kekurangan tinggal 10.000 sambungan (di NTB) kita akan coba upayakan,” demikian Jonan. Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan menjelaskan bahwa berbagai upaya dilakukan oleh PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, salah satunya bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan BUMN lain untuk memberikan bantuan melalui bantuan penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

“Dengan sinergi seperti ini kami optimis bisa mencapai target rasio elektrifikasi 99,9 persen di NTB,” ucap Djoko. Hingga Bulan Juli, beberapa pihak yang telah ikut memberikan bantuan penyambungan baru listrik yaitu Kementerian ESDM sebanyak 1.396 rumah tangga, PLN sebanyak 1.000 rumah tangga, Pemprov NTB 950 rumah tangga, dan PT ASABRI 50 rumah tangga. Total bantuan 3.396 rumah tangga.

Warga kurang mampu yang mendapat bantuan program sambung listrik gratis ini, mendapatkan sambungan listrik PLN daya 450 VA, dengan tarif bersubsidi, listrik yang digunakan adalah sistem layanan prabayar. (bul)