Bisnis Penggemukan Sapi Australia, Calon Investor Cek Kesiapan NTB

Investor nasional ditemani Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, bersama sejumlah Kepala OPD, investor tersebut melihat kesiapan bongkar muat di Pelabuhan Lembar, Lobar, Selasa, 13 Agustus 2019.

Mataram (Suara NTB) – Investor nasional akan berinvestasi penggemukan sapi Australia di NTB. Ditemani Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bersama sejumlah Kepala OPD, investor tersebut melihat kesiapan bongkar muat di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar), Selasa, 13 Agustus 2019 siang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H. L. Bayu Windya, M. Si mengatakan, investor nasional akan melakukan bisnis penggemukan sapi di NTB. Mereka akan mendatangkan sapi dari Australia, kemudian digemukkan di NTB.

‘’Dia mengimpor sapi dari Australia, digemukkan di sini, baru diolah dan dikirim lagi. Pelabuhan kita siap, nanti Pelabuhan Gili Mas juga bisa, Pelabuhan Lembar juga bisa (untuk bongkar muat),’’ kata Bayu dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 13 Agustus 2019 siang.

Tahap awal, mereka akan mendatangkan sapi dari Australia sekitar 500 ekor. Sapi-sapi tersebut kemudian digemukkan di NTB. Kedatangan investor tersebut ke Pelabuhan Lembar, kata Bayu untuk mengecek fasilitas-fasilitas yang tersedia di Pelabuhan, seperti fasilitas karantina. Kemudian mereka juga mengecek Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek dan pabrik pakan ternak.

Baca juga:  Tim Independen Jaring Investor Gili Tangkong

‘’Kita siap. Tinggal mereka. Kita perkenalkan langsung mereka dengan GM PT Pelindo Cabang Lembar, KSOP, Syahbandar,’’ terangnya.

Setelah sapi-sapi asal Australia tersebut digemukkan di NTB. Sesuai kebijakan Pemprov, bukan lagi sapi yang akan dikirim nantinya ke luar daerah. Tetapi yang dikirim adalah daging.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si saat menerima kunjungan Komisi VI DPR RI, belum lama ini berharap adanya bisnis baru penggemukan sapi di NTB. Para pengusaha dapat membeli sapi dengan harga murah di Australia kemudian digemukkan di NTB.

Baca juga:  NTB Harus Selektif Terhadap Investor Asing

‘’Itu jadi bisnis baru, menggemukkan sapi. Ada nilai tambahnya. Untuk menggemukkan ini pakai pakan. Berarti ada insentif untuk munculnya industri pakan. Kenapa industri pakan muncul, karena tak ada yang pakai,’’ jelasnya.

Menurut gubernur, jika pabrik pakan terbangun di NTB, maka produk hasil pertanian seperti jagung, kedelai dan lainnya tak perlu lagi dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah. Tetapi dapat diolah di NTB, salah satunya menjadi pakan. Jika pabrik pakan berdiri, maka akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi di dalam daerah.

‘’Kelebihan bawa ternak dari Darwin ke NTB, karena dekat. Pulangnya (ke Australia) kita bisa ekspor pakan ternak ke sana,’’ katanya. (nas)