LPJKP NTB Diberi Penghargaan Nasional

Ketua LPJK NTB, Siti Nurul Hijjah menyerahkan tropi penghargaan dari LPJK Indonesia kepada Direktur Eksekutif, M. Kamaruddin.

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTB mendapat penghargaan nasional. Penghargaan diberikan oleh LPJK Nasional karena tertib administrasi dan kontribusi kepada Lembaga. Penghargaan diterima oleh Ketua LPJK Provinsi NTB, Siti Nurul Hijah, ST, MT pada acara Rakornas dan HUT LPJK Ke-20 di Grand Mulya Hotel Bogor, 8 Agustus 2019.

LPJK Provinsi NTB masuk sepuluh besar nasional, urutan ke sembilan provinsi yang mendapat penghargaan ini. Tropi penghargaan “Completed Contribution Resgistration July 2017- June 2019” dari LPJK Nasional, di serahkan langsung oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PU PR dan LPJK Nasional. LPJK Provinsi NTB diberi penghargaan ini karena dianggap sukses melaksanakan kewajibannya. Melakukan percepatan sertifikasi kepada tenaga-tenaga ahli dan tenaga-terampil.

LPJK NTB juga dinilai dapat dijadikan contoh. Karena tetap melaksanakan kewajibannya, memberikan kontribusi penerimaan lembaga nasional. Kendatipun secara financial mengalami defisit. Demikian juga dengan kelengkapan administrasinya.

Tropi penghargaan ini selanjutnya diserahkan kembali oleh Nurul Hijah kepada Badan Pelaksana (Bapel) di LPJK Provinsi NTB. Di terima oleh Badan Pelaksana melalui Manajer Eksekutif LPJK NTB, M. Kamaruddin beserta tim dari USBU dan USTK, Senin, 12 Agustus 2019 di sekeretariat LPJK NTB.

Bagi Nurul Hijah, Badan Pelaksana adalah yang paling cocok menerima penghargaan tersebut. Sebab inilah kerja tim, bukan kerja perorangan. LPJK Provinsi NTB tetap berupaya melaksanakan tupoksi dengan sebaik-baiknya. Tanpa terkecuali, melaksanakan kewajiban memberikan penerimaan kepada LPJK Nasional. Meskipun, finansialnya defisit.

Penerimaan kepada lembaga nasional, disetorkan dari biaya-biaya sertifikasi yang dilakukan LPJK NTB. Misalnya, sertifikasi tenaga ahli muda dengan biaya Rp1 juta. Rp75 ribu ke LPJK Nasional + Rp50 ribu untuk pengembangan jasa Konstruksi. Demikian juga untuk sertifikasi tenaga ahli madya. Tenaga terampil kelas III, kelas II dan kelas I. Ada ketentuan berkontribusi ke nasional.

“Kewajiban kita ke Lembaga nasional, wajib kami sampaikan. Kendatipun kami defisit. Karena menurut saya, orang yang tidak mau membayar hutang adalah orang yang tidak punya harga diri. Jadi hutang kita kepada Lembaga Nasional harus disetorkan. Bagaimanapun keadaannya,” kata Nurul Hijah.

Karena komitmen inilah, LPJK Provinsi NTB mendapatkan apresiasi yang tinggi. diberi penilaian sebagai salah satu peringkat dari 34 LPJK Provinsi di Indonesia. Pada periode Juli 2017 – Juni 2019, ratusan juta kontribusi NTB kepada nasional.

Manajer Eksekutif LPJK Provinsi NTB, M. Kamaruddin juga menyampaikan terimakasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, masuk 10 besar LPJK terbaik di Indonesia tentu menjadi cambukan dlm bekerja untuk menjadi lebih baik.

Secara bersamaan, pada LPJK Provinsi NTB juga turut memperingari HUT LPJK ke-20. Sejumlah kegiatan di laksanakan di Mataram. Diantaranya, senam sehat, lomba-lomba dan dorprize. Kegiatan dipusatkan di Kantor Dinas PU PR bersama seluruh masyarakat jasa konstruksi.

Didukung oleh Bank NTB Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Astra Motor NTB, kegiatan ini terlaksana cukup meriah. Asisten II Gubernur, M. Ridwansyah dan Kepala Dinas PU PR Provinsi NTB, Ir. Azhar, MM. Penanggung Jawab HUT LPJK, Ahlul Wakti.(bul)