Jadup Tahap II Cair Sebelum Akhir Tahun

Korban gempa di Lotim yang masih tinggal di bawah tenda. Untuk pancairan jadup saat ini masih dalam proses. (Suara NTB/yon)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) NTB menargetkan pencairan jaminan hidup (Jadup) tahap II dapat dicairkan sebelum akhir tahun 2019. Sampai saat ini setidaknya ada 815.708 orang korban gempa yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di NTB yang menunggu pencairan jadup tersebut.

Kepala Dinsos NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah menerangkan bahwa pihaknya telah menerima pengajuan dari masing-masing kabupaten/kota yang belum menerima jadup. Data itu telah diteruskan ke Kementerian Sosial sejak Mei 2019 lalu. “Mudah-mudahan sebelum akhir tahun, artinya tahun 2019 bisa dicairkan,” ujar Wismaningsih kepada Suara NTB kemarin, di Mataram.

Baca juga:  BNPB Siapkan Rp 1 Triliun Pengganti Data Anomali Korban Gempa

“Kabupaten-kabupaten sudah mengajukan. Kementerian sedang proses sekarang,” sambungnya. Pencairan Jadup tahap II sendiri masih menggunakan mekanisme yang sama dengan pencairan tahap I, yaitu masing-masing korban gempa menerima dana sebesar Rp600 ribu. Saat ini Kemensos RI sendiri disebut Wismaningsih tengah melakukan verifikasi data penerima jadup untuk diteruskan ke Kementerian Keuangan. “Nanti diproses lagi untuk rekeningnya. Rekening ratusan ribu orang kan tidak mudah,” ujar Wismaningsih.

Berdasarkan data Kemensos RI, tujuh kabupaten/kota yang akan menerima jadup tahap II antara lain Kota Mataram sebanyak 1.249 orang dengan kebutuhan anggaran Rp749 juta lebih, Lombok Tengah sebanyak 149.392 orang dengan kebutuhan anggaran Rp89,6 miliar lebih, Lombok Barat sebanyak 285.508 orang dengan kebutuhan anggaran Rp171,3 miliar lebih, KSB sebanyak 66.420 orang dengan kebutuhan anggaran Rp39,8 miliar, Sumbawa sebanyak 46.919 orang dengan kebutuhan Rp28,1 miliar, Lombok Utara sebanyak 233.541 orang dengan kebutuhan anggaran Rp140,1 miliar lebih dan Lombok Timur sebanyak 32.684 orang dengan kebutuhan anggaran Rp19,6 miliar lebih. (bay)