Dinas Perdagangan Sosialisasi Pasar Lelang di Bima

sosialisasi pasar lelang

Mataram (suarantb.com) – Dinas Perdagagangan Provinsi NTB, melalui Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) terus menggencarkan sosialisasi pasar lelang. Setelah sebelumnya di laksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, sosialisasi dilanjutkan di Bima.

Diketahui Bima, atau wilayah timur Nusa Tenggara Barat memiliki potensi komoditas yang beragam. Salah satunya yang menonjol adalah hasil bawang merah. Pemerintah melalui Dinas Perdagangan memfasilitasi penjualan bawang merah ini melalui kegiatan pasar lelang yang rutin digelar setiap tahun. Petani dapat menjual langsung ke pembeli. tanpa harus melalui perantara. Sehingga harga yang diterima oleh petani lebih baik.

Sosialisasi pasar lelang, oleh Bidang PPDN Dinas Perdagangan Provinsi NTB dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Bima pada Selasa, 6 Agustus 2019. Menghadirkan 50 peserta dari unsur pengusaha komoditas di Kabupaten Bima. Dinas Perdagagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat.

Unsur dari dinas terkait di undang, dengan harapan sebagai corong kepada kelompok-kelompok tani terkait kemudahan yang disiapkan kepada petani produsen komoditas, pengusaha, maupun yang pembeli.

Selain dinas, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Perum Bulog Sub Divre NTB. Sementara dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Bidang PPDN, Ni Nyoman Darmilaswati, SP mewakili langsung Kepala Dinas, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si menyampaikan materi tentang pasar lelang. Kegiatan di buka oleh Plt. Kepala Dinas Perindag Kabupaten Bima, Drs. H. Arifuddin.

“Pelaku usaha bawang Kabupaten Bima selama ini belum memanfaatkan Pasar Lelang dalam transaksi jual belinya. Kami masih berharap. Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan pesar lelang online,” demikian Darmilaswati.

Selama ini, pasar lelang  tidak ikuti petani dan pengusaha komoditas dari Bima karena pertimbangan tempat pelaksanaan kegiatan pasar lelang di Kota Mataram dianggap jauh. Dengan adanya  pasar lelang online ( sistim pasar lelang terpadu ), secara mandiri pasar lelang dapat diikuti dengan registrasi langsung manapun, dan kapanpun.

Pasar lelang sendiri merupakan salah satu program unggulan BAPPEBTI Kementerian Perdagangan RI yang sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Seperti dijelaskan Darmilaswati, bahwa Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Sistem dan struktur yang kurang berpihak pada kepentingan petani.  Rantai pemasaran yang panjang dan kurangnya pengusaan informasi pasar.

Kelembagaan pasar lelang secara konsepsional merupakan penyelenggara transaksi perdagangan komoditas agro sebagai upaya penemuan harga yang terbuka, transparan dan terbaik, memberikan perlindungan nilai, serta peningkatan efisiensi perdagangan.

Pasar lelang komoditas pasar lelang di launching tanggal 24 September Tahun 2005 oleh Menteri Perdagangan, Mari Pangestu saat itu. Program ini merupakan fasilitas bertemunya para pembeli dan penjual sehingga memicu efisiensi  mata rantai perdagangan, sarana pembentukan harga yang transparan dan memperluas jaringan usaha. Serta meningkatkan pendapatan petani produsen dan memangkas peran tengkulak.

Payung hukumnya adalah Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor: 650/MPP/Kep/10/2004. Peraturan Kepala BAPEBTI Nomor 04/BAPEPTI/Per-PL/01/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala BAPEBTI No.03/BAPEBTI/Per-PL/01/2014 tentang Persetujuan Penyelenggaraan Pasar Lelang dengan penyerahan kemudian (forward).

Peraturan Kepala BAPEBTI tentang persetujuan lembaga kliring dan penjaminan pasar lelang dengan penyerahan kemudian. Serta Peraturan Kepala BAPEBTI No 5 tahun 2016 tentang pelaksanaan pasar lelang dengan sistem terpadu.

Secara umum, manfaat pasar lelang. Bagi petani, akan memiliki kepastian harga sehingga memungkinkan petani merencanakan pola budidaya. Bagi industri, pengolahan, dapat memperoleh jaminan pasokan bahan baku sesuai dengan kapasitas dan rencana produksi.  Sementara bagi perbankan, lebih memperoleh keyakinan dalam mendukung pembiayaan penyalur kredit yang lebih aman, karena adanya jaminan penyelesaian kontrak jual beli.

Selain digelar kegiatan pasar lelang dengan pola konvensional (mengundang dan mempertemukan pengusaha), saat ini Pemerintah Pusat (BAPPEBTI) melalui Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga telah dapat memfasilitasi kegiatan pasar lelang melalui sistem online. Registrasi dan kepesertaan pasar lelang online di web : http://plk.bappebti.go.id/. (bul)