Gubernur Jamin Kapabilitas Investasi Sungdong di NTB

Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., membantah bahwa masalah keuangan yang sedang dialami Sungdong Industry Holding, investor asal Korea, akan berdampak buruk bagi proses investasi perusahaan itu di NTB. Menurutnya, permasalahan keuangan memang umum dialami oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia.

‘’Mana ada sih perusahaan yang tidak ada utangnya. Jadi kalau shipyard (perusahaan galangan kapal) itu memang ada life-cycle-nya (dinamika perusahaan, Red),’’ ujar gubernur yang akrab disapa Dr. Zul, Jumat, 9 Agustus 2019 di Mataram. Diterangkan orang nomor satu di NTB itu, Sungdong Industry Holding adalah perusahaan yang telah memiliki pengalaman bisnis luas dan jaringan industri yang masih terjaga. Sehingga tidak perlu diragukan lagi kapabilitasnya dalam berinvestasi.

“Bukan berarti mereka ada masalah keuangan kemudian kita tidak welcome (terbuka, Red) terhadap investasi,’’ tegasnya. Dicontohkan Dr. Zul seperti yang terjadi kepada Sungdong ketika berinvestasi di Glasgow, Skotlandia. Di mana Sungdong mengalami bangkrut dan memutuskan pindah ke Korea. ‘’Korea bagus ekonominya. Nanti bangkrut lagi, dia nyari daerah (lain lagi),’’ sambungnya.

Dr. Zul sendiri menekankan bahwa NTB adalah daerah yang terbuka terhadap investor. Karena itu, masalah keuangan dari perusahaan yang ingin berinvestasi bukan menjadi fokus perhatian dari Pemprov saat ini. Justru ketika berinvestasi di NTB, perusahaan-perusahaan tersebut juga diharapkan bisa mendapatkan hasil yang setimpal dari segi ekonomi. ‘’Kalau orang ada utang kemudian kita tidak welcome keliru itu caranya. Itu tidak ngerti bisnis,” tegas Dr. Zul.

Sebelumnya Dr. Zul dan Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH. serta PT. Diamar Mitra Kayangan menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sungdong Industry Holding di Jakarta pada 4 Agustus 2019 lalu. MoU tersebut berkaitan dengan pembangunan Global Hub atau Bandar Kayangan di KLU.

Sungdong sendiri akan berinvestasi di KLU untuk mewujudkan Shipyard Complex atau kompleks industri galangan kapal. Nilai investasi yang akan digelontorkan investor asal Korea itu diperkirakan akan mencapai 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp14 triliun khusus untuk membangun industri kapal di Bandar Kayangan. Setidaknya dibutuhkan lahan seluas 1.000 hektare untuk merealisasikan rencana investasi tersebut. (bay)