Pedagang Hewan Kurban di Trotoar Tidak Dilarang

Pedagan hewan kurban berjualan di atas trotoar di Jalan Majapahit, Kota Mataram, Kamis (8/8). (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pedagang hewan kurban makin marak di Kota Mataram. Ditemukan sejumlah pedagang mengikat hewan kurban jualannya di pohon atau tiang listrik di atas trotoar jalan.

Salah satu pedagang yang manaruh hewan yang dijual di atas trotorar di Jalan Majapahit Mataram mengatakan, pernah dihimbau untuk berjualan di bawah trotoar. “Pol PP tidak melarang  secara tegas. Cuma saya dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan di atas trotoar. Yang jelas saya disuruh untuk tidak menggunakan trotoar sepenuhnya menaruh dagangan,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 8 Agustus 2019.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Pol PP Kota Mataram, Jemmy Nelwan, S.Sos. Ia mengatakan, pihaknya telah menghimbau untuk tidak menggunakan trotoar secara penuh untuk berjualan. Kata Jemmy, para pedagang hewan kurban yang berjualan di beberapa titik di Mataram hanya bersifat insidentil. “Kita sudah himbau, tapi untuk melarang kan kasian. Mereka juga cari nafkah. Tapi kita arahkan untuk selalu menjaga kebersihan,” ungkap Jemmy.

Padahal, dalam peraturannya, untuk pelaku ekonomi yang berjualan di atas trotoar harus dilarang. Menjual jasa atau barang di atas Fasum seperti di trotoar yang ada di jalan Kota Mataram harus mematuhi Perda yang ada.  “Memang ada tindakan hukumnya, namanya perkataan hukum kan harus kita tindak. Tapi ini kita kasi untuk beberapa hari. Mereka juga tidak stay selamanya di sana,” ungkap Jemmy.

Dari pantauan Pol PP Kota Mataram, dari 83 titik penjual hewan kurban yang tersebar, hanya beberapa saja yang berjualan di atas trotoar. Jemmy menjelaskan, telah melakukan penertiban beberapa hari sebelumnya. Sesuai temuan di lapangan, ada beberapa yang masih berjualan di atas trotoar. “Tidak banyak yang kita temukan. Untuk yang di jalan Majapahit Mataram kita himbau memang untuk selalu menjaga kebersihan trotoar,” katanya.

Pelarangan akan dilakukan ungkap Jemmy, jika para pedagang menjual hewan kurban di atas trotoar yang ada di jalan protokol. Hal itu menurut Jemmy dapat merusak pemandangan Kota Mataram. “Untuk jalan prtotokol memang kita tidak kasi. Kalau mereka berjualan di sana, kita akan tindak tegas,” katanya.

“Bukan hanya penjual hewan kurban, tapi banyak juga penjual bendera menjelang agustusan. Ke depan kita akan pikirkan untuk menaruh mereka di satu tempat. Strateginya nanti kita pikirkan juga. Karena kalau mereka disatukan saya yakin tidak akan laris,” katanya.

Dari itu, Pemkot Mataram harus memikirkan bagaimana  memfasilitasi mereka. Nantinya, dari pihak pemerintah memikirkan strategi untuk menata para pedangan yang telah lama berjualan di atas trotoar. “Ya, asalkan jangan sampai juga mereka berjualan semena-mena tidak sesuai dengan aturan. Tetapi untuk yang sifatnya insidentil kita masih bisa memberikan kebijaksanaan kepada mereka,” tuturnya. (viq)