Forikan NTB Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang baru saja dilantik, Rabu (7/8). (Suara NTB/Humas Setda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Persentase konsumsi ikan masyarakat NTB sebesar 38% dianggap masih rendah. Hal itu menjadi ironi tersendiri, mengingat potensi NTB sebagai daerah penghasil ikan cukup besar, yaitu mencapai 390 ribu ton pada 2018, dengan penambahan 700 ton dari pusat industri dan ekspor ikan di Teluk Awang.

Untuk itu, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menerangkan bahwa pihaknya akan menyusun program jangka panjang sampai tahun 2023 terkait peningkatan konsumsi ikan. Penyusunan program itu sendiri sekaligus menandai diresmikannya pengurusan baru Forikan NTB.

“Kita posisi menengah (dalam konsumsi ikan) yang memang masih bisa ditingkatkan lagi,” ujar Niken, Rabu, 7 Agustus 2019 di Mataram. Bentuk sosialisasi yang akan dilakukan selama empat tahun ke depan sendiri masih menjadi pekerjaan rumah bagi Forikan NTB. Namun Niken optimis dengan melakukan kampanye dari berbagai segmen maka peningkatan bisa dilakukan.

“Dari berbagai sudut (akan) kita keroyok. Jadi ada dari bagian promosi, pemerintah (dan) masyarakat kita semua sinergi,” ujarnya.

Disebut Niken, masyarakat di daerah kota di NTB saat ini telah menunjukkan persentase konsumsi ikan yang cukup baik. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi di desa, khususnya  bagi masayarakat menengah ke bawah, yang kurang mengkonsumsi ikan. “Seperti nelayan itu ikannya ditangkap. Bukan dimakan (malah) dijual dibelikan indomie,” ujar Niken.

Niken yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) juga menerangkan bahwa kampanye konsumsi ikan akan dilakukan oleh seluruh Tim PKK, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, maupaun desa. Mengingat banyaknya manfaat ikan khususnya bagi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak.

“Kalau mau membuat sebuah generasi yang kuat, sehat, tangguh, dan cerdas salah satu segi pendukungnya adalah makanan. Itu termasuk ikan,” pungkas Niken.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si, menerangkan bahwa saat ini pihaknya memang mendorong penyediaan ikan bagi masyarakat yang dibantu promosinya melalui Forikan. Dengan jaringan yang mencakup banyak tingkatan struktural, diharapkan promosi konsumsi ikan di NTB oleh Forikan menjadi lebih masif.

Hamdi sendiri menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan dalam produksi ikan. Salah satunya dengan diversifikasi hasil olahan agar masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan jika ingin mengkonsumsi ikan.

“Nanti ada berupa berbagai jenis komoditas olahan. Bisa bakso, bisa abon, bisa jenis dan bentuk yang menarik sehingga merangsang setiap orang menikmatinya,” ujar Hamdi, Rabu (7/8) di Mataram.

Disebut Hamdi pada tahun 2018 jumlah konsumsi ikan masyarakat NTB adalah 38,2 Kg per tahun per kapita. Produk olahan ikan yang diproduksi sendiri adalah 210 ribu ton dalam bentuk ikan beku dan berbagai jenis olahan lainnya. Ditekankan Hamdi pihaknya saat ini tengah berusaha mengubah pola pikir di masyarakat bahwa mengkonsumsi ikan seringkali menyebabkan gatal-gatal. “Ini yang ingin kita sosialisasikan. Karena itu ikan harus higienis sesuai kualitas standar,” pungkas Hamdi. (bay)