Pembangunan Bandar Kayangan, Lahan Dibayar Lunas, Masyarakat akan Punya Saham

Ilustrasi Bandar Kayangan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)  – Investor asal Korea, Sungdong Industry Holding akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan industri galangan kapal dan kota baru di Bandar Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) pertengahan September mendatang. Untuk merealisasikan investasinya yang mencapai Rp14 triliun, Sungdong membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP menjelaskan, kerjasama pembangunan Bandar Kayangan dilakukan melalui pola P4 (people, public, private, partnership). Artinya, lahan masyarakat akan dibeli dengan harga pasaran dan dibayar lunas. Selain itu, masyarakat eks pemilik lahan juga akan mempunyai saham di anak perusahaan PT. Diamar Mitra Kayangan, sebagai pengelola kawasan Bandar Kayangan.

‘’Tanah dibeli harga pasar, dibayar lunas. Eks pemilik tanah diberi rumah layak gratis di dalam kawasan Bandar Kayangan. Itu juga diorganisasikan dalam koperasi mendapat saham 10 persen  pada PT Properti, anak perusahaan PT. Diamar Mitra Kayangan,’’ kata Ridwan dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (7/8) siang.

Dijelaskan, masyarakat pemilik tanah, melalui pembentukan koperasi, akan memiliki 10 persen saham dari anak perusahaan PT. Diamar Mitra Kayangan. Sehingga seberapa besar berkembangnya Bandar Kayangan ini nantinya, para

eks pemilik tanah tetap akan mendapatkan dividen.

‘’Jadi mereka tidak kemudian transaksi sekali, tapi menjadi kepemilikan yang diwariskan terus-menerus. Ini yang ditawarkan,’’ terangnya.

Dijelaskan, kota baru Bandar Kayangan intinya ada dua bagian. Pertama, sebagai penggerak ekonomi yaitu kawasan pelabuhan internasional (port), kawasan industri dan kilang minyak. Dari aktivitas ini, PT. Diamar Mitra Kayangan tidak mencari untung, yang penting ada investasi yang masuk dan membuka lapangan kerja di Bandar Kayangan.

Kedua, ada usaha real estate. PT. Diamar Mitra Kayangan mencari untung dari kavling kawasan siap bangun dan jual bangunan serta penyewaan properti. Pemprov NTB, Pemda KLU dan Diamar sesuai kewenangan masing-masing, memiliki kemauan dan niat yang kuat untuk mengalokasikan hampir 1.000 hektare dari 7.373 hektare lahan  untuk menjadi kota baru ke Sungdong untuk rencana bisnisnya.

Areal seluas itu akan dipergunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas. Meliputi fasilitas galangan kapal / lepas pantai / pemeliharaan kelas dunia tertinggi, Pembangkit listrik kerjasama dengan KEPCO (Korea Electric Power Corporation), impor dan ekspor bahan baku dan produk yang relevan. Kemudian pembangunan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan untuk melatih tenaga ahli dan sumber daya manusia setempat di Indonesia. (nas)