Investor Korea akan ‘’Groundbreaking’’ Pembangunan Galangan Kapal September

Ilustrasi desain Global Hub, Kayangan, Lombok Utara. (Youtube/Lombok Utara Berjaya)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan investor asal Korea, Sungdong Industry Holding serius berinvestasi di Bandar Kayangan, Lombok Utara. Investor asal negeri ginseng ini akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan industri galangan kapal dan kota baru di Bandar Kayangan, tepat satu tahun pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul – Rohmi), 19 September mendatang.

‘’MoU kemarin itu sekadar menunjukkan kita serius membantu mereka. Saya minta 19 September, mau memulai meletakkan batu pertama galangan kapal itu. Untuk menunjukkan kepada orang ini bukan wacana dan bukan tanda tangan saja,’’ kata gubernur dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 6 Agustus 2019 siang.

Gubernur mengatakan, Sungdong berjanji akan menyikapi Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditandatangani dengan gubernur, Bupati Lombok Utara dan PT. Diamar Mitra Kayangan secara serius. Sehingga, pada momentum satu tahun kepemimpinan Zul – Rohmi, Sungdong akan memulai proyeknya di Bandar Kayangan dengan melakukan groundbreaking.

‘’Perjalanan panjang itu dimulai dari langkah pertama. Bangun kecil –kecil dulu supaya kelihatan ada geliatnya. Jangan langsung heboh. Yang paling penting kita menghidupkan optimisme,’’ ujar gubernur.

Menurut Dr.Zul, Lombok Utara baru saja bangkit dari bencana gempa bumi yang melanda daerah tersebut setahun yang lalu. Dengan masuknya Sungdong berinvestasi di Bandar Kayangan, menandakan Lombok Utara dan NTB secara umum sudah pulih pascagempa.

Dengan masuknya investor asal Korea tersebut maka memberikan pesan kepada dunia internasional bahwa Lombok sudah pulih. Sehingga, investor lain yang masih wait and see, akan segera berinvestasi ke NTB.

Dr. Zul menjelaskan, Sungdong akan memindahkan industri galangan kapal ke Bandar Kayangan. Industri galangan kapal secara alamiah akan berpindah ke daerah yang belum maju. Awalnya, industri galangan kapal berada di Inggris. Kemudian seiring berjalannya waktu pindah ke Korea.

Tugas pimpinan daerah, kata Dr. Zul memfasilitasi investor dalam mempercepat realisasi investasinya. Sehingga investasi sebesar 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp14 triliun tersebut segera terwujud.

Dari presentasi yang disampaikan, Dr. Zul yakin perusahaan tersebut punya pengalaman dan networking. Mereka akan membangun kota baru dan industri galangan kapal di Bandar Kayangan pada lahan seluas 1.000 hektare. (nas)