Dislutkan Loteng Bantah Ikan PPN Awang ke Luar Tanpa SKA

PPN Awang (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kasus keluarnya ikan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) tanpa disertai Surat Keterangan Asal (SKA) dibantah Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Lombok Tengah (Loteng). Menurut Kepala Dislutkan Loteng, Ir. M. Kamrin, semua ikan yang ke luar dari PPN Awang, pasti sudah dilengkapi dengan SKA.

“SKA itu syarat wajib yang harus dipenuhi kapal penangkapan ikan sebelum masuk ke PPN Awang. Jadi kalau sampai ada ikan yang ke luar dari PPN Awang tanpa SKA, tidak masuk akal,” jelas M. Kamrin, kepada wartawan, di kantor Bupati Loteng, Rabu, 31 Juli 2019.

Ia menjelaskan, kewenangan untuk mengeluarkan SKA itu ada di tangan Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi. Kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk itu. Tapi tetap sepengetahuan Dislutkan Loteng dan semua aktivitas penangkapan ikan di PPN Awang sudah terpantau.

Saat ini PPN Awang sudah mulai beroperasi. Beberapa kapal penangkap ikan dengan bobot di atas 30 gross ton (GT) sudah mulai sandar di PPN Awang. Kebanyakan kapal-kapal dari luar, terutama dari Pulau Jawa. Sehingga ikan hasil tangkapan dikirim dulu ke Pulau Jawa baru kemudian diekspor ke luar negeri.

Bahkan ke depan beberapa kapal besar direncanakan juga akan masuk ke PPN Awang. Sehingga bisa dipastikan aktivitas di PPN Awang bakal semakin ramai. “Kapal yang masuk ke PPN Awang tidak sembarang. Ada mekanismenya dan prosedurnya. Baru kemudian bisa beroperasi di PPN Awang. Jadi semua aktivitas pasti akan terpantau,” timpalnya.

Terkait fasilitas yang dikelola Dislutkan Loteng di PPN Awang, Kamrin, mengatakan sejauh ini belum ada. Semua fasilitas penunjang di PPN Awang masih dikelola oleh UPT kementerian serta dari provinsi. Tapi ke depan, seiring dengan semakin ramainya aktivitas di PPN Awang, beberapa fasilitas tambahan akan mulai dioperasikan. Disanalah kemudian kabupaten juga bisa ikut terlibat. (kir)