NTB Kecolongan, 100 Ton Ikan dari Teluk Awang Diekspor Tanpa SKA

Hj. Putu Selly Andayani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kecolongan. Sebanyak 100 ton ikan hasil tangkapan yang mendarat di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, Lombok Tengah diekspor ke luar negeri tanpa menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA). SKA ini biasanya diterbitkan oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB atas komoditas-komoditas ekspor yang berasal dari NTB, atau yang diolah di NTB sebelum dikirim ke luar negeri.

Seperti diketahui, PPN Teluk Awang telah menggeliat. Sejumlah sarana dan prasarana sudah dan akan dipenuhi. UPT dari Kementerian Kelautan Perikanan yang mengelolanya. Kapal-kapal tangkap perikanan telah mulai masuk di pelabuhan perikanan ini. Sayangnya, perikanan tangkap yang mendarat di sana hanya mampir, lalu dikirim ke Banyuwangi untuk diekspor.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si menyayangkan. Ikan yang mendarat di Teluk Awang dikirim lagi ke luar daerah. Selanjutnya di ekspor ke luar negeri. “Baru-baru ini ada 100 ton ikan di Teluk Awang di ekspor. Tapi ndak tau negara tujuan ekspornya. Aneh. Kita kecolongan,” kata Hj. Selly.

Hj. Selly menyebutnya kecolongan, sebab ada potensi ikan-ikan tersebut dikirim keluar negeri atas nama NTB. Hanya tinggal dibuatkan SKA. Nyatanya, ikan yang dimaksud dikirim ke Banyuwangi. Ia bahkan sempat mengirimkan petugasnya untuk kemudahan penerbitan SKA. Mengingat negara tujuan ekspornya tak bisa dipastikan. SKA tak bisa diterbitkan.

“SKA kan gratis, cepat. Karena semua sudah online. Saya akan kejar terus itu (potensi perikanan tangkap di Teluk Awang),” tegas kepala dinas. 100 ton menurutnya cukup mendukung neraca ekspor NTB untuk komoditas non tambang bergerak ke arah yang lebih positif. Pertumbuhan ekonomi NTB rata-rata tumbuh setahun hanya dua persen dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan investasi dan ekspor. Karena itu, komoditas-komoditas yang potensial ekspor, Dinas Perdagangan sangat mengharapkan di kirim ke luar negeri menggunakan nama NTB. “Saya juga koordinasi dengan Kadisnya (Kepala Dinas Kelautan Perikanan NTB, L. Hamdi), agar ikan yang mendarat di Teluk Awang menggunakan SKA NTB,” imbuhnya.

Dinas Perdagangan terus mengidentifikasi komoditas-komoditas ekspor NTB yang non tambang. Pelabuhan Gili Mas, di Lembar Lombok Barat yang digarap oleh Pelindo akan beroperasi tahun ini. Beroperasinya pelabuhan ini dipastikan akan mendongkrak ekspor NTB ke depannya. Setelah adanya pelabuhan ini, menyusul diharapkan tersedianya Trading House sebagai fasilitas kemudahan bagi komoditas lokal diekspor tanpa menggunakan nama daerah lain. (bul)