Harga Cabai di Mataram Tembus Rp80.000

Ilustrasi komoditas cabai (pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Harga cabai di pasar tradisional Kota Mataram kian melambung. Di pasar ACC Ampenan, Rabu, 17 Juli 2019, harga cabai bahkan hingga Rp80.000/kg. Hal ini karena semakin menipisnya stok cabai di wilayah Mataram.

Harga yang terus melambung itu membuat Mardiah, salah satu ibu rumah tangga (IRT) mengeluh. IRT asal Bintaro, Ampenan ini mengungkapkan tidak berani membeli cabai dalam jumlah banyak lantaran harga yang melangit.

“Biasanya saya beli sekilo sampai dua kilo untuk keperluan rumah tangga. Tapi sekarang, saya hanya membeli Rp15.000 saja. Itu pun dapatnya hanya sedikit,” sesalnya.

Nurul Aini (54), salah satu penjual cabai di pasar ACC Ampenan merasa kesal dan menilai pemerintah tidak bisa mengontrol harga. Dia mengambil cabai di pasar Mandalika dengan harga  Rp55.000-Rp60.000/kg. Aini juga tidak berani mengambil risiko, dia hanya membeli cabai dari pengepul dalam jumlah yang tidak banyak, hanya 5-8 kg saja dikarenakan sepi pembeli.

Kepala Dinas  Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, H. Amran. M. Amin, S.Sos menyampaikan telah melakukan pemantauan dan telah menyampaikan kondisi tersebut kepada atasannya terkait masalah harga cabai. “Kami telah menyampaikan kepada atasan, Asisten, Sekda, dan Walikota terkait soal ini,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya.

Dinilainya, kenaikan harga cabai yang melambung tinggi ini diakibatkan oleh gagal panennya petani cabai yang ada di NTB. Hal tersebut tidak bisa seimbang dengan kondisi di pasar rakyat. “Selama ini yang menjamin keseimbangan harga cabai di kita ialah berkat pasokan cabai yang ada di Bali dan Jawa. Itu pun kita ketahui berita di medsos, bahwa harga cabai di sana (Bali dan Jawa) juga bermasalah,” terangnya.

Terkait melambungnya harga bumbu rumah tangga ini, H. Amran telah merencanakan pengadaan pasar rakyat yang akan digelar dalam waktu dekat di Kota Mataram. “Nantinya pada pasar rakyat ini akan minta para pedangan cabai untuk ikut di situ,” ungkapnya.

Ada pun pasar rakyat yang akan digelar, dimulai dari 5 Agustus 2019 hingga 29 Agustus 2019 ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pra-Idhul Adha Agustus mendatang. Pasar rakyat nantinya digelar di enam titik yaitu di Lingkungan Rembiga Barat, halaman Kantor Lurah Kebun Sari Ampenan, halaman Gudang Semen, Lingkungan Gertap Barat, Lapangan Babakan Kelurahan Babakan, Lingkungan Gegutu Barat, dan di halaman Kantor Lurah Selagalas Mataram. (viq)