AP I Ingin Jemaah Umrah dari Lombok Terbang Langsung ke Mekkah

Pesawat Garuda berbadan lebar yang melayani pemberangkatan haji dari Lombok Internasional Airport (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Angkasa Pura I selaku otoritas pengelola Bandara Lombok International Airport (LIA) berharap dapat memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya memfasilitasi penerbangan langsung jemaah umrah dari Lombok ke tanah suci Mekkah.

“Tujuan saya satu, untuk peningakatan pelayanan umrah, bisa berangkat dari Lombok langsung ke Tanah Suci,” kata General Manajer PT. Angkasa Pura I, Nugroho Jati dihubungi di Mataram, Selasa, 16 Juli 2019. Harapan ini lebih kepada bagaimana AP I ingin meningkatkan pelayananya.

Bila penerbangan langsung dari Lombok ke tanah suci, alangkah lebih baik. “Tapi kalau dibuat penerbangan langsung, kan harus ada yang terbang. Sekarang siapa yang mau terbang,” tanya Nugroho Jati. Namun melihat fakta yang ada di bandara Lombok, bahwa bandara selalu ramai oleh pengantar.

Fakta tersebut memantik pertanyaannya. Siapa yang diantar ke bandara? Ternyata, dari informasi yang dikumpulkan, jemaah umrah yang beramai-ramai diantar oleh keluarga atau kerbatnya hingga ke bandara. Penerbangan langsung dari Lombok ke Tanah Suci, menurut Nugroho Jati, mengingat pemberangkatan umrah dari bandara internasional lainnya, sebut saja bandara di Bali tidak seperti yang dilihatnya di bandara Lombok.

Karena itu, besar harapannya, bandara Lombok dapat dijadikan fasilitas untuk melayani penerbangan langsung jemaah umrah yang ada di Lombok, Sumbawa, Bali, bahkan NTT. Karena itu, untuk mewujudkan harapan tersebut, dibutuhkan kepastian potensi data pemberangkatan jemaah umrah dari agen-agen travel. Atau, data potensi yang dikoordinir oleh Kementerian Agama jika memungkinkan.

Jika semua pihak juga mendukung adanya penerbangan langsung Lombok-Tanah Suci, seharusnya daerah ini didukung data-data potensi jemaah umrah yang berangkat dari NTB. Dengan direct ke tanah suci, menurutnya efisiensi waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh jemaah umrah juga dapat diminmalisir.

“Saya kira biayanya cukup tinggi kalau berangkat umrah dari Lombok ke Surabaya, atau ke Jakarta, baru ke Jeddah, atau Madinah. Kalau dari Lombok langsung ke tanah suci, apa itu ndak lebih baik,” jelas Nugroho. AP I telah menyiapkan infrastruktur pendukung bandara. Misalnya, kapasitas bandara untuk menampung pesawat berbadan lebar sudah dipenuhi.

Dibuktikan dengan adanya penerbangan langsung haji dari Lombok ke tanah suci yang juga dilayani pesawat berbadan lebar. Jam operasional bandara diberlakukan 24 jam bagi kedatangan dan pemberangkatkan pesawat rute international.

“Kapan saja pesawat datang dari tanah suci, atau kapan saja pemberangkatan. Bandara sudah siap,” demikian Nugroho Jati. (bul)