Megaproyek Global Hub Kayangan Diincar Investor Lima Negara

Ilustrasi desain global hub (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pascagempa yang meluluhlantakkan Lombok Utara 2018 lalu, tiga investor kakap yang akan membangun kilang minyak, pelabuhan dan kota industri di megaproyek Global Hub Kayangan mundur. Namun belakangan, sejumlah investor dari lima negara tertarik dan mengincar megaproyek ini untuk menanamkan investasinya.

‘’Setelah gempa, investor-investor itu mundur. Takutlah meskipun uangnya sudah ada. Sekarang sudah mulai baru lagi. Pascapilpres sudah bagus, mulai menggeliat.  Sekarang banyak yang berminat, ada beberapa investor,’’ kata Direktur Utama PT. Bandar Kayangan Internasional, Son Diamar dikonfirmasi usai bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc di ruang kerjanya, Selasa, 16 Juli 2019 siang.

Son mengatakan, ia bertemu gubernur untuk meminta arahan terkait banyaknya investor yang mulai berminat berinvestasi di Global Hub Kayangan. Investor yang mulai melakukan penjajakan berasal dari lima negara. Yaitu, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan Swiss.

Meskipun banyak investor yang berminat, kata Son, pihaknya akan mencari yang terbaik untuk Pemda dan Indonesia. Kehadiran investor di Global Hub Kayangan harus memberikan kemanfaatan bagi daerah dan negara.

‘’Calon investornya banyak. Kita lagi teliti mana yang terbaik,’’ ujarnya.

Investor yang menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Global Hub Kayangan rencananya akan membangun pusat distribusi BBM dan gas. Selain itu, ada juga yang akan membangun kilang minyak, kawasan industri, pelabuhan dan galangan kapal.

Karena Global Hub Kayangan akan menjadi tempat persinggahan kapal-kapal raksasa. Maka fasilitas pendukung harus cukup. Sehingga ada sejumlah investor yang berencana membangun pelabuhan, galangan kapal, kilang minyak dan lainnya.

Untuk mempercepat realisasi investasi di Global Hub Kayangan, investor menginginkan adanya kebijakan dari pemerintah. Misalnya, keringanan pajak. ‘’Misalnya kalau beli minyak di tempat kita pajaknya diringankan. Sehingga mereka beli ke sini,’’ katanya.

Pascagempa bumi tahun lalu, daerah yang menjadi lokasi proyek pembangunan Global Hub Kayangan memang ada jalur sesar dengan lebar sekitar 50 meter. Namun daerah tersebut nantinya akan dijadikan kawasan hijau. Hasil kajian, pascagempa, Lombok Utara merupakan daerah yang sekarang paling aman dari bencana gempa. Karena energi gempa sudah keluar.

‘’Ada investor  yang mau balik lagi. Tapi saya ndak mau bilang dulu. Kita teliti dulu. Pembangunan  makin cepat makin bagus. Kita maunya 2020 sudah mulai konstruksi,’’ ujarnya.

Sebelum kejadian gempa, tiga investor sebenarnya sudah mau merealisasikan investasinya. Yakni konsorsium investor Cina dan Rusia yang akan membangun kilang minyak. Kemudian konsorsium investor Eropa yang akan membangun pelabuhan dan kawasan industri. (nas)