NTB akan Kirim Naker ke Australia

Ahmad Nur Aulia (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Menindaklanjuti kunjungan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc pada akhir Juni lalu, Konsulat Jenderal (Konjen) RI dan PT. Global Harbour Solution, rencananya  akan berkunjung ke NTB, Senin, 15 Juli 2019. Kunjungan tersebut untuk membahas kerjasama pengiriman tenaga kerja asal NTB ke Australia.

Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, L. Ahmad Nur Aulia, S. STP yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 14 Juli 2019 siang mengatakan, rombongan Konjen RI dan PT. Global Labour Solution akan diterima pejabat Pemprov di Kantor Gubernur, Senin, 15 Juli 2019 siang.

‘’Akan ada pemaparan dari pihak Australia. Intinya, ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat NTB untuk bekerja di Australia,’’ kata Aulia.

Dalam pertemuan tersebut sebenarnya akan ada penandatangan letter of intent (LoI) antara Pemprov NTB dan PT. Global Harbour Solution. Namun, karena Gubernur dan Wakil Gubernur dipanggil Presiden ke Jakarta, sehingga penandatangan LoI akan dijadwalkan kembali.

Aulia mengatakan, tenaga kerja NTB yang akan dikirim ke Australia, nantinya harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan di Australia. Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian dan lainnya.

Selain memiliki skill yang dibutuhkan, tenaga kerja asal NTB harus dapat berbahasa Inggris. ‘’Banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Agen ini diberikan kuasa untuk mencari tenaga kerja,’’ kata Aulia.

Kedatangan rombongan dari Australia ke NTB tersebut, jelas Aulia merupakan salah satu step menuju penandatangan kerjasama pengiriman tenaga kerja asal NTB ke Australia. Saat diundang ke Australia akhir Juni lalu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dikenalkan dengan agen tenaga kerja asal Australia tersebut.

‘’Ini tahap awal yang bagus dan perlu didetailkan. Intinya semacam pembahasan rencana kerjasama dengan PT. Global Harbour Solution menindaklanjuti kunjungan Pak Gubernur ke Darwin,’’ tandas mantan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini.

Pada akhir Juni lalu, gubernur bertemu Menteri Urusan Asia, Peter Tinley  di Perth dan Konjen RI untuk Asia Barat, Dewi Tobing membicarakan kemungkinan tenaga kerja asal NTB bisa bekerja di Australia.

Menurut gubernur, peluang pengiriman tenaga kerja NTB ke Australia sangat besar. Asalkan calon tenaga kerja memiliki kemampuan bahasa dan memenuhi kualifikasi. Kemampuan tenaga kerja yang akan dikirim ke Australia harus disiapkan lewat Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di NTB. Sehingga sesuai kualifikasi yang diinginkan di tempat kerja.

Dr. Zul mengatakan, Pemprov sudah memulai dengan mendirikan BLK Luar Negeri dengan segala keterbatasannya. ‘’Yang  penting mulai dulu, menyiapkan skill dan kemampuan-kemampuan yang diinginkan oleh negara tujuan,’’ kata Dr. Zul.

Gubernur yang pernah sekolah SMA di negeri Kanguru ini membayangkan dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, NTB bisa mengirim banyak tenaga kerja yang punya keterampilan ke luar negeri.

Sehingga secara bertahap, NTB tidak lagi mengirim pembantu rumah tangga ke luar negeri.  Dr. Zul menyebutkan, gaji tenaga kerja di Australia cukup besar. Untuk tenaga kerja pemetik mangga saja di Darwin gajinya 1.000 dolar Australia per minggu. (nas)