Bangun Infrastruktur Pariwisata, NTB Peroleh Bantuan Bank Dunia Rp3 Triliun

KEK The Mandalika (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank Dunia memberikan bantuan kepada NTB untuk pembangunan infrastruktur mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Lombok. Bank Dunia memberikan bantuan sekitar Rp3 triliun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 6 Juli 2019 siang menjelaskan Bank Dunia memberikan bantuan kepada tiga provinsi yang menjadi lokasi program Indonesia Tourism Development Project (ITDP). Antara lain, Sumatera Barat untuk pengembangan Danau Toba, Jawa Tengah untuk pengembangan Borobudur dan NTB untuk pengembangan pariwisata Pulau Lombok, termasuk di dalamnya KEK Mandalika.

Azhar menyebutkan Bank Dunia menggelontorkan dana sekitar Rp6 triliun untuk ketiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, NTB memperoleh bantuan sekitar Rp3 triliun. Dari Rp3 triliun bantuan yang diperoleh NTB, sebesar Rp1,3 triliun dipergunakan untuk pembangunan jalan by pass Lombok International Airport (LIA) – KEK Mandalika.

“ITDP ke NTB kurang lebih Rp3 triliun. Rp1,3 triliun dipakai untuk pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika sepanjang 17 km. Sisanya nanti untuk infrastruktur lain. Ada untuk bidang Perkim, BWS termasuk juga akses jalan provinsi yang akan masuk ke by pass yang sedang dibangun,” terang Azhar.

Baca juga:  Pengembangan The Mandalika, Jangan Lupakan Masyarakat Lokal

Ia menjelaskan untuk pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika sudah ada penetapan lokasi (Penlok) dari Bupati Lombok Tengah (Loteng), H. M. Suhaili FT. Sekarang, sedang dilakukan inventarisir warga yang lahannya terdampak pembangunan jalan tersebut by name by address.

Dikatakan, pada Oktober – November mendatang lahan warga sudah mulai dilakukan pembayaran. Saat ini proses appraisal sedang berjalan. Ditargetkan, tahun ini masalah pembebasan lahan sudah tuntas.

“Sehingga 2020, tidak ada gangguan untuk pelaksanaan fisiknya. Fisik saya kira Bulan November-Desember sudah dilelang. Pelaksanaan pekerjaan fisik Januari atau Februari sudah mulai,” ujarnya.

Azhar menambahkan, program ITDP tersebut bukan hanya untuk mendukung pembangunan infrastruktur menuju KEK Mandalika. Tetapi daerah-daerah pariwisata di Pulau Lombok juga menjadi atensi.

Program ini dimulai sejak 2019 -2024 mendatang. Pemprov NTB telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk program ini sesuai arahan dari pusat. “Pokjanya sudah naik ke Biro Hukum. Insya Allah dalam waktu dekat akan keluar, sehingga bisa bekerja masing-masing,” ucapnya.

Baca juga:  Dampingi ITDC, PT. PII Pastikan Investasi di KEK Mandalika Aman

Program ITDP akan  fokus dalam pengembangan 13 kawasan prioritas pembangunan pariwisata di Pulau Lombok. Tujuan program ITDP, untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan dan infrastruktur dasar pariwisata.

Kemudian  meningkatkan perekonomian lokal/masyarakat dari pembangunan pariwisata, dan mendorong investasi swasta di tiga daerah Destinasi Prioritas Nasional yaitu Lombok, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, dan Danau Toba.

Azhar menyebutkan khusus untuk NTB, program ITDP akan fokus pada 13 kawasan prioritas. Ke tigabelas kawasan prioritas yang akan dikembangkan tersebut adalah Senggigi, Tanjung,  kawasan tiga gili (Air, Meno dan Trawangan). Kemudian Kota Mataram, Mandalika, Sekotong, Teluk Mekaki, Kawasan Guling, Kecamatan Sekotong Lombok Barat.

Selanjutnya, Bukit Jogo, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah, Pantai Pink, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Selong Balanak, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.

Selain itu, Tanjung Aan, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun Lombok Timur. ‘Semua kabupaten/kota yang dilibatkan menjadi delineasi dengan fokus sebagaimana yang ditetapkan. (nas)