Dukung Pengelolaan UKM di Lombok, Sampoerna Luncurkan Aplikasi ‘AYO SRC’

Launching aplikasi belanja “AYO SRC” . (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)  – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali memperkenalkan aplikasi ponsel “AYO SRC” di Pulau Lombok. Aplikasi ini untuk memudahkan transaksi bisnis bagi toko kelontong yang tergabung dalam komunitas retail binaannya, Sampoerna Retail Community (SRC). Saat ini, 1.500 toko kelontong di Lombok memiliki akses terhadap aplikasi tersebut.

Manager Area Retail Engagement Mataram Sampoerna, Steven Alfried mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan jembatan bagi toko kelontong dengan pemasok dan konsumennya. “Aplikasi ini adalah terobosan inovatif untuk memudahkan akses para pelaku UKM yang tergabung di SRC untuk saling berbagi ilmu bisnis, mendapat informasi mengenai pembinaan UKM Sampoerna, dan memudahkan proses pengelolaan toko,” kata Steven Alfried sesuai keterangan tertulis diterima Suara NTB, Minggu, 7 Juli 2019.

Poster ‘yuk belanja ke SRC’

Peluncuran aplikasi “AYO SRC” turut mendukung proses literasi dan infrastruktur berbasis digital pada pengembangan bisnis dan penciptaan peluang. Menurut Setevn, ini dilakukan demi merealisasikan pencapaian Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di tahun 2020.

“Sebelumnya, Sampoerna telah mengumumkan peluncuran di tingkat nasional pada awal Mei lalu,” sebutnya.

Aplikasi yang dapat diunduh gratis di PlayStore ini memudahkan toko kelontong untuk melakukan kegiatan belanja pasokan secara daring. Dari sisi pelanggan setia SRC, “AYO SRC” akan mempermudah konsumen dalam berbelanja dan mencari SRC terdekat di sekitarnya.

Selain itu, Paguyuban SRC Lombok telah menjalankan program pengurangan plastik sekali pakai sebagai bentuk tanggung jawab sosial sejak 2018. Untuk membangkitkan semangat menjaga lingkungan, Paguyuban SRC Lombok membagikan tas kain secara gratis.

Pemilik toko kelontong di Lombok Timur yang merupakan bagian dari SRC, Saleh Taswin, mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan dukungan Sampoerna terhadap kemajuan UKM. “Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, kami ingin mempromosikan UKM yang tergabung dalam jaringan SRC. Harapannya kesadaran masyarakat memilih berbelanja di SRC yang tersebar di wilayah Lombok meningkat, dan bermanfaat bagi pergerakan ekonomi daerah,” tutup Saleh.

Kini di seluruh Indonesia terdapat 110.000 toko kelontong yang sudah menjadi bagian dari jaringan SRC.

“SRC mengajak masyarakat sekitar untuk berbelanja di toko kelontong yang lebih dekat dari rumah mereka sebagai salah satu upaya mendorong ekonomi kerakyatan di daerah. Hal ini kami sosialisasikan melalui slogan Yuk Belanja Ke SRC,” tutup Steven. (ars/*)