Khawatir Ganggu Pariwisata, Manajemen BIL akan Batasi Keluarga JCH Masuk Bandara

GM PT. AP l LIA,  Nugroho Jati (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Angkasa Pura I, selaku pengelola bandara internasional Lombok akan membatasi pengantaran jemaah calon haji (JCH) oleh keluarga hingga ke dalam area bandara. Kebijakan ini diambil untuk tetap menciptakan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna bandara, terutama wisatawan.

Infrastruktur dan SDM PT. Angkasa Pura I telah siap memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan ibadah haji di NTB tahun 2019 ini. Selaku pengelola Bandara Lombok Internasional, diharapkan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholders, terutama keluarga JCH.

Keluarga JCH agar tidak mengantar para JCH hingga ke bandara.  Dengan pertimbangan kemaslahatan yang jauh lebih besar. Seperti diketahui, ada tradisi unik saat musim haji di Lombok, NTB. Saat pemberangkatan JCH, biasanya berbondong-bondong kelurga ikut mengantar, hingga ke pintu bandara.

Setiap tahun saat musim haji, area bandara akan disesaki kendaraan-kendaraan keluarga JCH yang berangkat. Para pengantar haji juga akan membanjiri bandara. Untuk tahun ini, Angkasa Pura I, kata General Manajernya, Nugroho Jati, pengantaran JCH akan dibatasi di bandara.

Salah satu kekhawatiran manajemen adalah terganggunya pariwisata NTB yang saat ini sedang recovery dan telah naik daun sebelum gempa. Mengantar JCH, kata Nugroho Jati akan menyisakan sampah yang luar biasa banyaknya di bandara. Selain itu, taman-taman dan fasilitas bandara lainnya  seringkali rusak.

Ketertiban pengguna parkir dan jasa lainnya juga turut terganggu. Angkasa Pura menyatakan sangat kewalahan menanganinya. “Sampah yang sangat banyak, akan menimbulkan penilaian lain bagi wisatawan. Jangan sampai wisatawan menyorot daerah kita sebagai daerah penuh sampah. Bandara selain sebagai pintu masuk, juga cerminan daerah,” jelas Nugroho Jati ditemui di Bandara Internasional Lombok, Senin, 1 Juli 2019.

Seperti diketahui, sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Sektor pariwisata memberi kontribusi yang tidak kecil terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah. Meski begitu, sektor pariwisata adalah sektor yang sensitif. Karena itu, Nugroho Jati meminta stakeholders, masyarakat untuk ikut bersama-sama menyatukan persepsi dengan pemerintah untuk mendukung sektor unggulan di daerah ini semaksimal mungkin diminimalisir cela.

Kaitannya dengan musim haji ini, masyarakat memiliki fungsi strategis menjaga baik buruknya citra pariwisata NTB. Karena itu, kata Nugroho Jati. Kebijakan yang akan diberlakukan dalam pengelolaan Bandara Internasional Lombok ini diharapkan dapat dipahami oleh masyarakat NTB. Pengantaran JCH, diimbau agar cukup dilakukan sampai di asrama haji.

“Ini dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memberikan layanan yang terbaik untuk pariwisata,” jelas Nugroho Jati. Kendaraan-kendaraan keluarga pengantar calon jamaah JCH, rencananya akan dibatasi masuk ke area bandara. Ia mengimbau, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk berkomunikasi dengan JCH yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.

“Kita imbau untuk kita menerapkan haji milenial 2019 dalam bentuk sosialisasi untuk memanfatkan smartphone sebagai alat komunikasi video call antara keluarga dengan JCH, saat pemberangkatan,” imbuhnya. Rencananya, dalam rapat umum panitia pemberangkatan jemaah haji secara gabungan hal ini juga akan disampaikan. Angkasa Pura I juga telah menghubungi Pemda, Kemenag agar informasi ini juga disampaikan kepada masyarakat.

Secara umum, seluruh fasilitas, personel, dan prosedur bandara menurut Nugroho Jati telah disiapkan rencana operasinya. Sesuai jadwal pemberangkatan haji, pada 2 Juli ini, pesawat pengangkut JCH telah masuk bandara. Penerbangan akan dimulai pada 6 Juli. “Setelah pesawat datang, hingga pemberangkatan, butuh persiapan posisitioning flight.  Pesawatnya Boing 747 dengan kapasitas penumpang 400 orang. Dan ada 11 kloter yang akan berangkat tahun ini ke tanah suci,” demikian Nugroho Jati. (bul)