Pelaku Wisata Dukung Pembukaan Rute Lombok – Darwin

Ilustrasi wisatawan mancanegara di Lombok (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pelaku wisata NTB mendorong agar rute penerbangan langsung Lombok – Darwin dapat segera direalisasikan. Pasalnya, Australia merupakan pasar wisata yang sangat potensial bagi NTB.

Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka mengungkapkan pada umumnya pasar Australia sangat bagus. Artinya, semakin banyak direct flight yang dibuka dari Lombok ke Australia, maka akan semakin bagus.

‘’Saya kira semua berpotensi, kalau ada direct flight. Orang yang tadinya tak punya niat berkunjung ke Lombok, dengan adanya direct flight, maka mereka berkunjung ke Lombok,’’ kata Dewantoro dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 29 Juni 2019.

Ia menjelaskan, pasar wisata Australia cukup besar. Bahkan wisatawan Australia yang datang ke NTB sebelum adanya penerbangan langsung Lombok – Perth, mereka lewat Bali. Karena tidak ada penerbangan langsung ke Lombok pada waktu-waktu sebelumnya, akhirnya mereka berlibur dulu ke Bali baru berkunjung ke NTB.

‘’Cuma Bali duluan terkenal. Karena selama ini tak ada direct flight ke Lombok. Tapi kalau alamnya sangat cocok dengan Australia. Dulu ada Darwin – Kupang, mungkin Darwin – Lombok bagus,’’ katanya.

Untuk menarik minat maskapai membuka rute Lombok – Darwin, kata Dewantoro, pemerintah bisa melakukan seperti saat mengupayakan rute Lombok – Perth. Artinya, maskapai diberikan subsidi dalam jangka waktu tertentu.

Menurutnya Pemda bersama pelaku wisata bisa mendatangi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengenai rencana pembukaan rute penerbangan langsung ini. Pasalnya, Kemenpar juga punya kepentingan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya ke Indonesia, termasuk NTB.

‘’Saya pikir Pemda dan pelaku wisata di sini berbicara dengan Kemenpar soal ini. Airline ini perlu dukungan juga. Perlu dukungan pihak swasta juga, agar tetap terisi pesawatnya,’’ tandas Dewantoro.

Menindaklanjuti direktif Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc terkait pembukaan penerbangan langsung Lombok – Darwin, Australia. Dinas Pariwisata (Dispar) NTB membangun komunikasi dengan maskapai penerbangan yang memungkinkan untuk membuka direct flight Lombok – Darwin.

Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan belum dilakukan pemetaan. Sementara ini, baru potensi wisatawan di Perth yang sudah dipetakan. Sehingga ada pembukaan penerbangan langsung Lombok – Perth.

‘’Kita belum menjajaki secara utuh potensi Darwin. Kata Pak Gubernur potensinya bagus. Tinggal kita coba pelajari bagaimana kemungkinannya,’’ ujarnya.

Dikatakan, Dispar NTB baru melihat potensi maskapai mana yang bisa diajak untuk menjajaki pembukaan penerbangan langsung Lombok – Darwin. Faozal menyatakan, upaya mengajak airline membuka penerbangan langsung, bukan suatu hal yang gampang.

Ia mencontohkan seperti pembukaan penerbangan langsung Lombok – Perth membutuhkan waktu yang cukup panjang. Saat ini, penerbangan langsung Lombok – Perth dilayani AirAsia. AirAsia resmi melayani rute tersebut selesai lebaran beberapa waktu lalu.

Selain membuka penerbangan langsung rute internasional. AirAsia juga akan mulai melayani penerbangan langsung dari Lombok menuju Bali, Yogyakarta dan Jakarta.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan untuk mendekatkan Darwin dengan NTB, ia telah meminta Kepala Dispar NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M.Si untuk mengupayakan rute penerbangan Darwin-Lombok segera dibuka. Gubernur berharap, hal ini sudah bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Berhubung dekat secara geografis, waktu tempuh penerbangan langsung Darwin-Lombok tidak akan lama, sekitar 1,5 jam. Menariknya lagi, jarak Darwin ke Lombok bahkan lebih dekat ketimbang Darwin ke Melbourne, atau Darwin ke berbagai kota lain di Australia.

Gubernur meyakini, kedekatan ini bisa membuat warga Darwin memilih berlibur ke NTB ketimbang ke daerah-daerah lain di Australia. Secara keseluruhan,  keadaan alam di kawasan Australia Utara mirip dengan Moyo Hilir di Sumbawa. Atau, seperti Sape di Bima atau di Dompu. Kemiripan ini akan memudahkan banyak kemajuan di kawasan tersebut, untuk diadaptasi di daerah-daerah di NTB. Misalnya, kemajuan sektor peternakan di Australia Utara.

Terbukanya akses penerbangan langsung Darwin-Lombok memungkinkan transformasi keterampilan beternak, serta manajemen sektor peternakan dari Darwin ke daerah-daerah di Lombok dan Sumbawa.

Gubernur  membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa diwujudkan dengan semakin eratnya koneksi dua daerah ini. Kelak, bukan tidak mungkin peternak-peternak dari NTB akan lebih mudah membeli hewan ternak di Kawasan Utara Australia. Bahkan, bisa jadi para peternak dari NTB justru bisa membuka usaha peternakan di Australia Utara. (nas)