BUMD Pemprov Kembangkan Peternakan Ayam Petelur Skala Besar

Ilustrasi Ayam (Pexels)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB bertekad mewujudkan swasembada telur. Pasalnya, saat ini NTB masih mendatangkan telur dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah. Untuk melepas ketergantungan telur “impor”, Pemprov NTB melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT. Gerbang NTB Emas (GNE) akan mengembangkan industri peternakan ayam petelur skala besar.

Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 23 Juni 2019 menjelaskan pengembangan industri peternakan ayam petelur skala besar itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Pengembangan peternakan ayam petelur skala besar ini, kata Samsul untuk menunjang target Pemprov menjadikan NTB swasembada telur.

“Makanya kita akan melakukan pengembangan ayam petelur untuk kapasitas industri 40 ribu butir ke atas setiap hari,” ujarnya. Bahkan, kata Samsul pihaknya menargetkan dalam satu sampai dua tahun ke depan produksi telur mencapai 100 ribu butir per hari. Ia menyebutkan, telur yang didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB tiap bulan mencapai 1,3 juta butir.

“Itu yang kita ingin GNE ngambil porsi supaya kebutuhan-kebutuhan di dalam daerah bisa kita penuhi. Jika kebutuhan dalam daerah terpenuhi, baru kita ekspansi, ekspor ke luar daerah,” jelasnya. Lokasi pengembangan industri peternakan ayam petelur skala besar tersebut rencananya berada di wilayah Kecamatan Narmada Lombok Barat. Lokasinya berada di aset milik Pemprov NTB.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang ada di Narmada. Aset tersebut akan disewa oleh PT. GNE untuk mengembangkan peternakan ayam petelur skala besar.

Diketahui, konsumsi telur di NTB cukup tinggi. Namun tingginya kebutuhan itu, tidak mampu dipenuhi sendiri. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB tahun 2018,  NTB harus mendatangkan 22 juta butir telur dari luar daerah setiap tahun.

Telur ayam yang didatangkan dari luar NTB sekitar 6 persen dari total produksi di dalam daerah. Produksi telur dalam daerah sebanyak 350 juta butir untuk ayam petelur. Sedangkan ayam buras sebanyak 20 juta butir telur dalam setahun.

Jumlah populasi ayam kampung di NTB sekitar 9,5 juta ekor. Sedangkan ayam potong dalam bentuk anak ayam sekitar 35 juta ekor. Sementara anak ayam petelur yang didatangkan dari luar daerah kemudian dipelihara peternak di NTB sebanyak 750 ribu ekor. (nas)