Daging Beku Masih Dijual Terbuka

Daging beku (impor) dijajakan di Pasar Induk Mandalika. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah melarang pedagang menjual daging beku (impor) secara terbuka atau di luar coldbox. Faktanya, oknum pedagang justru meletakan di atas meja. Bahkan, dioplos dengan daging lokal.

Suara NTB menelusuri penjualan daging di Pasar Induk Mandalika. Dari beberapa pedagang ditemukan oknum pedagang menjual daging impor secara terbuka. Daging beku dicampur dengan daging lokal. Secara kasat mata, kondisi daging beku terlihat pucat dan berlendir. Beda dengan daging lokal terlihat merah dan segar.

Alasan pedagang meletakan di atas meja agar pembeli melihat secara langsung. Sebagian daging beku tetap ditaruh di dalam coldbox. “Kalau ditaruh di coldbox ndak ada yang lihat,” aku Indah. Dia menyadari tindakannya itu tidak diperbolehkan oleh pemerintah. Ia kembali beralasan supaya daging impor miliknya cepat laku.

Beda halnya dengan Hj. Rauhil. Dia memang menjual daging beku. Tetapi, akan mengambil di distributor jika pembeli memesan. “Ada saya jual. Tapi kalau ada yang pesan,” ucapnya.

Rauhil enggan menyetok daging beku. Meski dari sisi harga lebih murah dibandingkan daging lokal, namun kualitas daging impor cepat rusak. Dan, ia harus repot menyimpan berlama – lama dalam coldbox.

Kebutuhan daging beku relatif banyak. Umumnya, pedagang bakso atau restoran yang mencari dengan alasan lebih murah. Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Muttawali menegaskan, pedagang dilarang menjual daging beku secara terbuka atau di luar coldbox. Risikonya, daging cepat rusak dan hanya dapat bertahan selama dua hari. Selain itu, daging mudah terkontaminasi oleh bakteri sehingga tidak sehat jika dikonsumsi.

Sidak dilakukan sebelumnya bersama Satgas Pangan, sempat menegur oknum pedagang di Pasar Mandalika, agar tidak menjual terbuka dan mencampur dengan daging lokal. Alasannya, tidak ada coldbox. Distan memberikan bantuan coldbox,agar tidak kembali menjual terbuka. “Kalau sudah kita fasilitasi akan kita tindak,” tegasnya.

Oknum pedagang daging nakal justru akan merugikan konsumen. Distan berencana akan turun dan menyita daging beku jika kembali ditemukan dipajang atau dijual terbuka. Masyarakat diingatkan lebih jeli membeli daging. Dan, tidak tergiur dengan harga yang murah. (cem)