Jagung Pulau Sumbawa Tembus Pasar Nasional

Jagung yang dimuat dalam truk akan dikirim ke Jakarta melalui Pelabuhan Bima, Kamis,  13 Juni 2019. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Komoditi jagung pulau Sumbawa khususnya di wilayah Kabupaten dan Kota Bima kini menembus pasar nasional. Puluhan ribu ton jagung diberangkatkan perdana dari Pelabuhan Bima menuju Jakarta, pada Kamis,  13 Juni 2019.

Wakil Walikota Bima, Ferry Sofiyan, SH, resmi melepas pemberangkatan perdana jagung pulau sumbawa menuju pasar nasional, di Gudang PT. Sarrotama Dhama Kalpariksa yang berada di jalan Sultan Salahuddin, Lawata Kota Bima.

Pelepasan tersebut diramaikan oleh puluhan petani jagung Bima, Direktur PT. Sarrotama Dhama Kalpariksa sertas Sekretaris Jenderal Dewan (Sekjen) Jagung Nasional, Ir. Maxdeyul Sola, MM.

Wawali mengaku, Kota Bima dipilih sebagai tempat pengembangan agrobisnis jagung di Pulau Sumbawa. Ia berharap produksi jagung dari wilayah pulau Sumbawa dapat menstabilkan pasar nasional.

“Kita berharap pasokan jagung dari pulau Sumbawa ini bisa memberikan dampak positif untuk pasar nasional,” harapnya.

Ferry mengatakan, khusus di Kota Bima, produksi jagung pada tahun 2016 hanya sekitar 10 ribu ton pertahun. Namun tahun 2018 terjadi peningkatan menjadi sekitar 30 ribu ton. “Peningkatan produksi perhektarnya bisa menghasilkan 5 hingga 8 ton,” ujarnya.

Wawali mengaku, produksi jagung di Kota Bima mengalami sedikit kendala selama ini. Selain para petani kekurangan bibit. Masalah yang cukup vital yang dihadapi musim tanam yakni kekurangan pupuk. “Dua persoalan ini yang harus tetap diperhatikan. Kami berharap integrasi ini dapat berjalan dengan baik hingga masyarakat fokus pengembangan produksi,” ujarnya.

Sementara Sekjen Jagung Nasional, Maxdeyul Sola, mengatakan target pengiriman tahap pertama mencapai 500 ribu ton. Hal ini untuk memenuhi cadangan kebutuhan jagung nasional. “Agar harga tidak bergejolak dan tetap stabil, sedikitnya ada 2 juta ton yang kita targetkan,” katanya.

Maxdeyul menambahkan, pihaknya berjanji akan berupaya membantu petani jagung di Pulau Sumbawa, yang setiap tahunnya bermasalah dengan harga jagung maupun pupuk. “Persoalan harga dan pupuk akan serius kami sikapi. Sembari menambahkan saat ini Pulau merupakan harga acuan Jagung Nasional,” katanya. (uki)