Meski Gempa, Realisasi KUR Mikro BRI Tumbuh Rp60 Miliar

Pimpinan Cabang BRI Mataram, Dwi Hendro Susatyo

Mataram (suarantb.com) – Bank Rakyat Indonesia.,Tbk Cabang Mataram meyakini, ekonomi masyarakat di tiga kabupaten/kota terdampak gempa di Pulau Lombok telah mulai bangkit pascagempa semester II tahun 2018 lalu. Indikator yang paling mencolok, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan mengalami pertumbuhan hingga Rp67 miliar.

BRI Cabang Mataram membawahi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara. Pada periode Januari-Mei (5 bulan), pertumbuhan penyaluran kredit dengan bunga subsidi pemerintah ini tumbuh cukup positif.

“Pertumbuhan penyaluran KURnya hanya dalam waktu lima bulan, periode tahun ini dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu,” kata Pimpinan Cabang BRI Mataram, Dwi Hendro Susatyo di Mataram, Selasa 11 Juni 2019.

Tiga kabupaten/kota di bawah BRI Mataram ini umumnya adalah daerah terparah dampak gempa. Tertama di Lombok Utara dan Lombok Barat. dengan penyaluran KUR sebesar yang dikemukakan pertumbuhannya, artinya perekonomian masyarakat terus bergerak membaik.

KUR, dengan suku bunga pinjaman sebesar 7 persen ini cukup selektif disalurkan oleh BRI. Penerimanya juga tak serampangan. Dan berdasarkan analisa kelayakan bank, tidak sedikit masyarakat terdampak gempa yang telah dinyatakan layak diberikan pinjaman.

“Kelihatan saja rumahnya yang belum pulih pembangunannya. Tetapi ekonominya sudah mulai pulih. Di Lombok Utara, pasar-pasar telah ramai,” jelas Hendro.

Masyarakat cukup antusias mengajukan pinjaman KUR.  Karena itu, tahun ini BRI Mataram juga meyakini penyaluran KUR akan on the track sesuai target. Tahun lalu bahkan kuota penyalurannya tersalur sangat progresif sebelum akhir tahun.

Rp60 miliar pertumbuhan penyaluran KUR belum genap semester I tahun 2019 ini, tambah Hendro seluruhnya KUR mikro. Dengan pinjaman maksimal hingga Rp25 juta. Tambahannya Rp7 miliar untuk KUR ritel, dengan pinjaman maksimal sampai Rp500 juta untuk satu nasabah. KUR yang telah tersalur oleh BRI Mataram, umumnya terdistribusi kepada pelaku usaha kecil yang bergerak dibidang jasa perdagangan.

KUR adalah layanan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah melalui perbankan kepada UMKMK atau koperasi yang feasible tapi belum bankable. Feasible sendiri maksudnya , usaha tersebut memiliki kelayakan, potensi, prospek bisnis yang baik, dan mempunyai kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.

Usaha rakyat yang diharapkan menggunakan KUR sendiri adalah meliputi keseluruhan bentuk usaha, terutama usaha yang bergerak di sektor usaha produktif seperti pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Secara umum tujuan penyelenggaraan KUR oleh pemerintah adalah untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK), menciptakan lapangan kerja, dan menanggulangi kemiskinan.

Lalu untuk kredit komersil? Menurut penjelasan Hendro, juga berjalan on the track. BRI menyiapkan kredit hingga Rp100 miliar kepada satu nasabah.

“Asal layak diberikan kredit sebesar itu. Kredit Rp5 miliar umumnya juga banyak di akses masyarakat,” demikian Hendro menggambarkan kondisi ekonomi pascagempa. (bul)