Dari Bantuan Kambing Etawa Astra NTB, Kelompok Ternak “Ingin Maju” Termotivasi Lebih Cepat Bangkit Pascagempa

Mahdi, dan dua dari delapan ekor bantuan kambing etawa yang diberikan oleh Astra Motor NTB kepada kelompok masyarakat, khususnya para korban gempa di Dusun Batu Butir, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat

Mataram (suarantb.com) – Anggota kelompok ternak “Ingin Maju” Dusun Batu Butir, Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat memiliki motivasi yang lebih kuat untuk bangkit kembali pascagempa tahun 2018 lalu.

Kelompok beranggotakan tak sampai 10 orang ini memiliki aset, delapan ekor kambing jenis etawa yang dibantu oleh Astra NTB, tak lama setelah gempa besar mengguncang Lombok.

Seperti diketahui, Lombok dan Sumbawa diguncang gempa pada Juli-Agustus 2018 lalu. Kerugian moril dan materil yang ditimbulkan tidak kecil. Total rumah rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.375 unit, dan rusak ringan 114.053.

Tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Kabupaten Lombok Barat bagian utara, Kabupaten Lombok Utara, serta Kabupaten Lombok Timur bagian utara adalah wilayah terparah.
Desa Kekait juga tak luput. Sebagian besar rumah dan bangunan rata dengan tanah. Hingga bulan terakhir semester I tahun 2019 ini, proses pemulihan terus dilakukan. Dibantu pemerintah, stakeholders dan secara swadaya. Pelan-pelan masyarakat terdampak gempa menata kembali hidupnya, ekonominya, dan sosialnya.

Kelompok Ternak Ingin Maju, Dusun Batu Butir adalah sekelompok masyarakat yang memiliki semangat bangkit pascagempa lebih besar dibanding lainnya. Kelompok ini juga mengalami kerugian yang tidak kecil akibat gempa. Rumah-rumah mereka rusak.
Anggota kelompok ini umumnya buruh serabutan. Asset terbesar mereka adalah rumah tinggalnya. Praktis asset itu tak bisa lagi diharapkan, setelah remuk di guncang gempa. Untungnya anggota kelompok ternak Ingin Maju ini tak serugi yang lainnya. Kambing etawa yang diberi Astra NTB pasca gempa tahun lalu telah menjadi asset tambahan yang mereka kelola sampai saat ini.

Asset inilah yang menjadi harapan bangkit lebih baik. Asset yang rencananya dalam jangka panjang akan terus dikembangkan sebagai penguatan ekonomi, serta biaya pendidikan putra-putri anggota kelompok ternak ini.

“Ada juga yang telah melahirkan. Tapi anak-anak kambing ini ndak hidup. Harapan kami masih ada untuk terus mengembangkannya,” kata Ketua kelompok ternak Ingin Maju, Mahdi.

Mahdi tengah sibuk memberi pakan kambing-kambing ini ketika media ini bertandang ke kandang penggemukannya akhir Mei 2019. Kambing-kambing pemberian Astra NTB ini mendapat perhatian yang cukup dari kelompok.

Dusun Batu Butir berada di bebukitan Kekait. Rumah penduduk berjarak dan berpencar-pencar. Tak seperti perkampungan pada umumnya. Potensi kekayaan sumber daya alamnya adalah perkebunan. Kelapa, aren dan sejenisnya. Masyarakat di Dusun Batu Butir menggantungkan hidup sebagai buruh, atau penggarap kebun. Karena itu, ketika bencana mendera, kehidupan masyarakat Batu Butir nyaris lumpuh total.

Sejak bantuan kambing ini turun ke kelompok, Mahdi mengatakan, jalinan sosial dengan anggota kelompok semakin kuat. Pertemuan rutin di lakukan, meskipun dalam konteks silaturrahim. Dari pertemuan anggota kelompok ini, banyak ide-ide saling ditukar antar anggota kelompok. Terutama ide untuk banyak hal untuk bangkt pasca gempa. Tentu juga ide menjaga dan meningkatkan populasi kambing-kambing yang mereka kini pelihara.
“Kambing ini bukan sekedar bantuan langsung. Tapi media memperkuat silaturrahim kami. karena kami rumahnya mencar-mencar,” jelas Mahdi.

Astra NTB memberikan bantuan kambing etawa ini secara total. Penjelasan Mahdi, selain kambing, mereka juga difasilitasi material untuk membangun kandang kapasitas 10 ekor, serta pakan. Kelompok hanya tinggal terima rawat dan dikembangkang biakkan. Selain itu, Astra juga beberapa kali mengirimkan dokter hewan untuk menjaga kesehatan kambing-kambing yang mereka terima.

“Alhmadulillah, kami di bantu sangat serius. Dokter hewan rutin sekali kesini meriksa kesehatan jambing-kambing ini. Sampai seperti itu bantuan ini diperhatikan,” jelas Mahdi.

Rencana kelompok, kambing-kambing ini secara swadaya akan tambah jumlahnya.
“Kita juga sepakat untuk biaya-biaya sekolah anak nantinya. Harga kambing ini jutaan harganya satu ekor. Dari mana kami dapat uang sebanyak itu untuk membeli. Dengan harga senilai itu, cukup untuk meringankan biaya pendidikan putra-putra kami. itu yang kami sangat sukuri,” imbuh Mahdi.
Dengan komitmen kelompok Ingin Maju yang telah terbangun ini, kata Mahdi, tidak sedikit masyarakat yang ingin melakukan hal yang sama. Juga mengharapkan bantuan yang sama. Ia juga berharap, kepada masyarakat korban gempa lain mendapatkan hal serupa untuk motivasi dan semangat bangkit pascagempa yang lebih kuat.

Kambing-kambing etawa itu adalah bentuk kepedulian Astra NTB selaku main dealer sepeda motor Honda di NTB melalui program Incomea Generate Activity (IGA) untuk masyarakat yang kurang mampu, khususnya kepadanya para korban gempa. Kambing-kambing itu diberikan pada Oktober 2018 dan terus di monitor perkembangannya.
Kelompok ternak binaan Astra ini, nantinya kata Adm Finance Sub Dep Head Astra Motor NTB, Gusti Ayu Liliek harus berkembang, lalu induknya akan digulirkan lagi ke kelompok masyarakat lainnya. Program IGA ini telah berjalan sejak tahun 2016 dan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat binaan Astra yang kurang mampu berwirausaha secara mandiri

di tengah sulitnya perekenomian.
Kelompok masyarakat juga diberikan pelatihan, pembinaan, hingga pemasaran dari tim yang telah berpengalaman dalam usaha ternak kambing.
Harapannya, Astra Motor NTB akan tetap memberi kontribusi dalam membina masyarakat menumbuhkembangkan perekonomian di wilayah NTB. Juga sebagai wujud nyata kontribusi perusahaan dalam membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan.

Tambah Liliek, program yang sama akan terus dikembangkan. Setelah Dusun Batu Butir, akan dilanjutkan ke Dusun Dopang, Desa Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. penyerahan akan dilakukan pasca Idul Fitri 1440 H/2019. Lokasi penyaluran bantuan telah di survey, tinggal pembuatan kandang.
“Setelah itu penyerahan,” ujarnya.
Astra NTB tidak hanya memberikan bantuan berupa makanan, khususnya kepada korban gempa. Lebih besar dari itu, Astra berupaya mendukung kehidupan yang lebih baik dan berkualitas, melalui pengembangan usaha peternakan. (bul)