Harga Tiket Pesawat Mahal, Damri Rencanakan Layani Angkutan Antar Provinsi

Sumijan (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perum Damri untuk wilayah NTB berencana akan melayani angkutan antar provinsi. Menyusul, banyaknya keluhan mahalnya harga tiket pesawat. “Kami sedang melihat perkembangan dan menghitung-hitung untuk membuka layanan Mataram-Surabaya,” kata General Manajer Perum Damri NTB, Sumijan.

Seperti diketahui, harga tiket belakangan sangat dikeluhkan. Bahkan salah satu penerbangan di agen penjualan tiket online menampilkan harga tiket Rp21 juta untuk rute Bandung-Medan. Selain itu, kebijakan bagasi berbayar terhadap barang bawaan oleh maskapai juga turut menjadi pertimbangan orang bepergian menggunakan pesawat.

Sumijan ditemui usai pelepasan mudik gratis bareng BUMN di Mataram, Kamis, 30 Mei 2019 mengatakan, setelah isu kenaikan harga tiket pesawat mengemuka secara nasional, praktis penumpang Damri juga mengalami penurunan. Terutama dari Bandara Lombok Internasional Airport menuju Mataram.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Penyeberangan Kayangan-Pototano Sempat Tertunda

“Berdampak pada penurunan demand kami. Sejak gempa sampai dengan sekarang, penumpang pesawat menurun terus. Omzet kami biasanya sekitar 100 sampai 200 orang perhari, berkurang 30 persen sekarang,” kata Sumijan atau akrab dipanggil Jajak.

Khusus untuk angkutan moda dari udara ke darat, penurunan ini cukup dirasakan. Hanya saja, untuk angkutan antar kabupaten/kota mulai terlihat mengalami kenaikan. Juga kenaikannya 30 persen setelah adanya permintaan pemesan.

Baca juga:  Pemkot akan Tambah CCTV di Perempatan Jalan

Damri juga menambah layanan sekitar 20 persen dari armada. Perekonomian pascagempa cenderung mengalami pelemahan. Harapannya, pascapemilu dan pascagempa, keadaan akan kembali normal. Sementara ini Damri belum melayani antar provinsi.

Sementara, kata Jajak sedang dipikirkan selama kebijakan harga tiket pesawat terus di level yang tinggi. Damri akan mempertimbangkan layanan antar provinsi sebagai alternatif. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” tegasnya. Jajak juga belum memberikan kesimpulan, bus berkapasitas berapa yang akan digunakan untuk melayani rute yang telah direncanakannya itu. (bul)