Bulog Datangkan Gula hingga 500 Ton Sebelum Lebaran

Ramlan UE (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Divre NTB akan mendatangkan gula sebanyak 500 ton secara bertahap, hingga sebelum lebaran Idul Fitri. Gula adalah salah satu jenis komoditas pangan yang permintaan pasarnya paling tinggi.

Rencana mendatangkan dalam jumlah besar ini, semata-mata untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan ketersediaannya.

“Kami hadir untuk ikut menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga bahan pokok,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, Ramlan UE usai mengikuti pembukaan pasar murah dan layanan penukaran uang di Lapangan Sangkareang, Mataram, Rabu, 15 Mei 2019.

Gula pasir ini, seluruhnya didatangkan dari Jawa. Untuk tahap awal, sebanyak 120 ton yang akan masuk. Ramlan menyebut, minyak goreng dan gula ini paling laris terjual. Tingginya permintaan, dipengaruhi tingginya aktivitas memasak. Tidak saja oleh ibu-ibu rumah tangga, demikian juga pengusaha-pengusaha kecil yang jumlahnya menjamur  menjajakan takjil saat puasa.

Stok yang dimiliki Bulog saat ini tersedia hingga tiga bulan ke depan. Sampai Maulid, Ramlan mengatakan Bulog siap memenuhi permintaan. Demikian juga minyak goreng, stoknya masih cukup terpenuhi. Harga jualnya menggunakan harga di bawah harga pasar.

“Gula, di pasaran dijual Rp12.000 perkilo, kita jual Rp11.500 perkilo. Masih di bawah harga pasaran,” jelas Ramlan. Dengan penyediaan stok besar-besaran ini, besar harapannya tak terjadi aksi spekulasi dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan selama bulan puasa ini. Lalu bagaimana dengan beras? hasil pemantauan Bulog, harga saat ini masih cukup stabil. Bulog memiliki cadangan stok hingga 18 bulan mendatang. Masyarakat tak usah ragu, apalagi panik lalu melakukan aksi borong yang dapat memicu reaksi spekulasi dari pihak-pihak tertentu.

Pasar murah yang dilaksanakan di Lapangan Sangkareang Mataram kemarin, lanjut Ramlan, tidak saja difokuskan di satu titik. Bulog sendiri telah melibatkan jaringannya, baik Rumah Pangan Kita (RPK) maupun dan toko pangan yang tersebar di pasar-pasar induk di NTB.

RPK, khusus untuk Kota Mataram jumlahnya sebanyak 119 RPK. Belum lagi di kabupaten/kota lainnya di NTB. Melalui jaringannya ini, Perum Bulog mendistribusikan pangan ke masyarakat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Bulog secara prinsip siap amanakan kebutuhan sembako masyarakat,” jelas Ramlan.

Selain itu, Bulog menyediakan stok untuk kegiatan bazar. Bazar ini dapat dilakukan sendiri oleh Bulog berdasarkan inisitifnya, atau dapat diusulkan oleh masyarakat di titik-titik keramaian. “Kalau ada masyarakat yang butuh bazar, kita siap adakan. Silahkan saja usulkan di mana,” demikian Ramlan UE. (bul)