Perusahaan Harus Bayar THR Karyawan H-7 Lebaran

Ilustrasi uang (pxhere)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja mengingatkan perusahaan di Kota Mataram, supaya memberikan tunjangan hari raya (THR) ke karyawan H – 7 lebaran. Perusahaan terlambat membayarkan tunjangan dikenakan sanksi berupa denda.

Dikonfirmasi Rabu, 15 Mei 2019, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi, SIP menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan surat edaran yang akan dikirim ke semua perusahaan di Kota Mataram. Surat edaran itu mengatur pembayaran tunjangan hari raya kepada karyawan oleh pengusaha. Pembayaran THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.

Baca juga:  THR ASN Mulai Dicairkan

“Sesuai aturan H-7 sudah dibayarkan. Tapi kita mengimbau H-14 lebaran pengusaha sudah membayar THR karyawannya,” kata Hariadi. Besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR satu bulan upah. Sedangkan, bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan secara terus menerus, THR diberikan secara proporsional.

Selain mengeluarkan surat edaran ke perusahaan, pihaknya juga akan turun melakukan pengawasan. Pengawasan bersama Bidang Hubungan Industrial itu ingin memastikan ketaatan perusahaan terhadap aturan. “Kita juga akan turun cek ke perusahaan – perusahaan,” tandasnya.

Baca juga:  Toko Atribut Lebaran Diserbu Pengunjung

Disnaker menyiapkan sanksi bagi perusahaan yang terlambat memberikan sanksi. Sanksi yang diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 sebutnya, berupa pengenaan denda 5 persen dari besar tunjangan diterima karyawan. Mantan Camat Mataram ini mengimbau ke pengusaha di Kota Mataram, lebih awal membayar tunjangan hari raya kepada karyawan. Sebab, tunjangan itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya idul fitri. (cem)