Pasar Induk Mandalika Dinilai Semrawut

Terpal dipasang oleh pedagang di Pasar Mandalika menimbulkan kesan kumuh dan pasar terlihat semrawut. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh meminta terpal itu dicabut dan diganti menggunakan kanopi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Selain memantau harga kebutuhan pokok, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengkritisi kondisi pasar induk Mandalika yang dinilai semrawut. Kesemrawutan ini dari tata letak serta terpal dipasang oleh pedagang sehingga memberi kesan kumuh.

“Jangan pakai terpal lagi. Kalau begini malah terlihat kumuh,” ungkap Walikota di depan Kepala Dinas Perdagangan, H.Amran M. Amin, Rabu, 8 Mei 2019.

Tahun ini, Pemkot Mataram memperoleh bantuan dana dari pemerintah pusat untuk perbaikan Pasar Mandalika senilai Rp3,5 miliar. Jika anggarannya cukup, kata Walikota, penataan dilakukan bersamaan dengan pembuatan kanopi agar pedagang tidak merasa kepanasan. Inisiatif pedagang membuat kanopi diapresiasi. “Kita apresiasi pedagang mau urusan membuat kanopi seperti ini,” ucapnya sambil menunjuk kanopi di sebelah barat los Pasar Mandalika.

Amran mengatakan, pemerintah pusat memberikan bantuan Rp3,5 miliar untuk revitalisasi pasar Mandalika akibat terdampak gempa Juli 2018 lalu. Dana itu diperuntukkan untuk membangun los khusus pedagang ikan segar. Pihaknya mengupayakan membuat kanopi sesuai permintaan atau saran kepala daerah. “Anggaran itu tinggal menunggu dari pusat,” katanya.

Amran menyebutkan, pihaknya memahami kritikan sekaligus masukan Walikota saat meninjau ke pasar. Terpal dipasang pedagang dengan maksud tidak kepanasan justru menimbulkan kesan kumuh. Masalah ini telah dikomunikasi ke kepala pasar agar dirapikan. Namun demikian, Amran mengelak bahwa kondisi Pasar Mandalika semrawut. “Iya, di mana – mana pasar pasti kondisinya begini,”tandasnya.

Beberapa los yang kosong ditambahkan Amran, pedagang memiliki jadwal berjualan. Aktivitas di Pasar Mandalika mulai pagi hingga sore hari. Wajar di pagi hari los terlihat sepi, tetapi los itu sudah ada pedagang yang menempati.

Revitalisasi pasar diprediksi dimulai sekitar Juli mendatang ditender. Perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan tetap dikoordinasikan dengan kejaksaan selaku TP4D. (cem)