Bangun Sirkuit MotoGP, ITDC Siapkan Rp500 Miliar

Desain Sirkuit MotoGP di Kawasan Mandalika. (Youtube/ITDC)

Praya (Suara NTB)Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 miliar, untuk membiayai pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika. Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan tahapan pembangunan sirkuit.

Demikian diungkapkan Direktur Operasi dan Kontruksi ITDC, I Gusti Ngurah Wirawan, Jumat, 26 April 2019 kemarin.

‘’Anggaran pembangunan sirkuit MotoGP sudah disiapkan. Totalnya mencapai sekitar Rp 500 miliar,’’ sebutnya. Anggaran tersebut bersumber dari dana pinjaman ITDC dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Yang memang diperuntukan membiayai pembangunan infrastruktur dasar kawasan The Mandalika.

Ia mengatakan, ITDC total mengajukan pinjaman sekitar Rp 3,6 triliun dari AIIB. Untuk membiayai pembangunan seluruh fasilitas pendukung kawasan. Termasuk sirkuit MotoGP tersebut. Karena memang sirkuit MotoGP yang dibangun itu nantinya mengusung konsep balapan jalan raya.

Jadi jalur balapan tersebut bisa dua fungsi. Saat tidak ada event balapan, sirkuit akan dibuka dan jalur balapan bisa diakses oleh masyarakat. Tapi kalau sedang ada event balapan, jalur akan ditutup selama event berlangsung.

Baca juga:  Proyek "Bypass" LIA - Kuta Gunakan Pinjaman Bank Dunia Rp1,4 Triliun

Dalam proses pembangunan sirkuit MotoGP tersebut, untuk lintasan balasan ITDC akan membangun sampai lapisan atas saja. Sedangkan untuk lapisan akhir lintasan, itu akan menjadi tanggung jawab pihak Vinci. Karena untuk lapisan atas khusus untuk lintasan balapan, jenis aspal yang digunakan berbeda.

Untuk proses pembangunan sirkuit sendiri saat ini tengah dalam proses penyelesaian akhir desain sirkuit. Bersamaan dengan itu, pihak ITDC juga tengah mengupayakan pembebasan lahan yang akan terkena pembangunan sirkuit MotoGP. ‘’Untuk pembebasan lahan sejuah ini masih berjalan. Dari 5 hektar lahan yang harus dibebaskan, sudah sekitar 40 are yang proses pembayaran. Sisanya masih proses negosiasi harga lahan,’’ imbuhnya.

Wirawan mengatakan, untuk harga lahan sesuai hasil appraisal itu antara Rp 70 sampai 80 juta per are. Harga tersebut sudah di atas rata-rata harga pasaran. Jadi pemilik lahan tidak bakalan rugi. Sehingga pihaknyaberharap pengertian masyarakat pemilik lahan, bahwa harga lahan sudah dipatok dan tidak bisa lebih dari hasil penilaian appraisal.

Baca juga:  Lombok-Sumbawa Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

‘’Memang ada beberapa pemilik lahan yang meminta harga di atas hasil appraisal. Itulah yang saat ini tengah dinegosiasikan,’’ katanya.

Sembari menunggu proses pembebasan lahan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mulai melakukan pemagaran untuk jalur sirkuit. Jadi semua tahapan persiapan dilakukan hampir bersamaan. Dengan harapan, begitu memasuki bulan September mendatang semua persiapan sudah tuntas.

Karena memang pihaknya sudah menjadwalkanya, proses pembangunan sirkuit MotoGP akan dimulai pada bulan September mendatang. ‘’Target kita, sebelum bulan September semua persiapan yang dibutuhkan sudah selesai,’’ pungkas Wirawan. (kir)