100 Desa Miskin akan Diintervensi

Hj. Hartina (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah telah menetapkan 100 desa prioritas penanggulangan kemiskinan 2019. Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di NTB, maka sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota menjadi harga mati.

‘’Sinergi itu  harga mati. Yang utama adalah sinergi, kata Ibu Wagub. Tapi bagaimana juga merealisasikannya itu yang penting,’’ kata Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 25 April 2019 siang.

Hartina mengatakan, 100 desa prioritas penanggulangan kemiskinan sudah ditetapkan melalui keputusan Gubernur NTB. Penetapan 100 desa tersebut dengan melihat permasalahan yang banyak ditemukan di sana.

Misalnya kasus stunting, kurang gizi, gizi buruk, angka pernikahan dini, rumah tidak layak huni dan persoalan lainnya. Persoalan yang ada di setiap desa ‘’dikeroyok’’ oleh OPD dan diprioritaskan pada 100 desa termiskin tersebut.

‘’Program unggulan itu antara lain membangun Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), desa mandiri pangan, pertanian konservasi, rehabilitasi rumah tidak layak huni, ada 13 program penanggulangan kemiskinan,’’ katanya.

Intervensi program OPD disesuaikan dengan permasalahan domestik yang ada di masing-masing desa sasaran penanggulangan kemiskinan. Jika di suatu desa banyak kasus stunting, kemudian rumah tidak layak huni tidak ada. Maka program rehabilitasi rumah tidak layak huni dilakukan di desa lainnya yang masih banyak masyarakat tinggal di rumah kumuh.

Baca juga:  Kembang Kuning, Desa Wisata Terbaik Tingkat Nasional

‘’Memang ada beda dengan program tahun lalu. Sinergitas itu betul-betul dilakukan oleh Pemda NTB. Dalam forum OPD dicek langsung bagaimana dukungan satu OPD terhadap OPD lain dalam menyukseskan program penanggulangan kemiskinan,’’ katanya.

Dengan penanganan yang semakin sinergis antar-OPD dan kabupaten/kota, Hartina optimis angka kemiskinan akan semakin cepat menurun. Apalagi sekarang, intervensi yang dilakukan by name by address.

Hartina menambahkan, dengan prioritas pada 100 desa termiskin, bukan berarti ratusan desa dan kelurahan lainnya tak diperhatikan. Ia mengatakan, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota akan tetap memperhatikan desa dan kelurahan lainnya.

‘’Kita prioritas 100 desa, tapi tetap kita berbicara 995 desa dan ratusan kelurahan. Jadi kita tak tinggalkan desa yang lain,’’ pungkasnya.

Berdasarkan data Bappeda NTB, 100 desa prioritas penanggulangan kemiskinan tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota. Untuk di Kabupaten Dompu terdapat di dua desa, yakni Desa Malaju dan Saneo. Di Kota Bima terdapat di dua kelurahan yakni Jatiwangi dan Tanjung.

Sementara di Lombok Barat ada 20 desa. Antara lain, Sesela, Sandik, Taman Sari, Mekar Sari, Langko, Bengkel, Kediri, Jagaraga, Banyumulek, Kuripan Utara, Kuripan, Banyu Urip, Lembar, Jembatan Kembar, Lembar Selatan, Sekotong Tengah, Buwun Mas, Pelangan, Batu Putih dan Sekotong Barat.

Baca juga:  5.728 Keluarga Miskin Dikeluarkan dari Penerima PKH di NTB

Sumbawa Barat ada dua desa, yakni Batu Putih dan Mantar. Kota Mataram satu kelurahan yakni Bintaro. Lombok Utara sebanyak 15 desa, antara lain Malaka, Pemenang Barat, Pemenang Timur, Sigar Penjalin, Sokong, Tanjung, Jenggala, Bentek, Rempek, Kayangan, Sesait, Selengen, Akar Akar, Sukadana dan Senaru.

Kemudian Lombok Timur 30 desa prioritas penanggulangan kemiskinan. Yakni, Belanting, Mekar Sari, Perigi, Seruni Mumbul, Kembang Kerang Daya, Pringgabaya, Batuyang, Apitaik, Mamben Daya, Aikmel. Selanjutnya, Kalijaga, Lenek, Pringgasela, Anjani, Sukamulia Timur, Masbagik Selatan, Masbagik Utara, Lendang Nangka, Kotaraja, Montong Betok, Sukadana, Suradadi, Sakra, Labuhan Haji, Menceh, Tanjung Luar, Sukaraja, Pandanwangi dan Jerowaru.

Sementara di Lombok Tengah ada 24 desa prioritas penanggulangan kemiskinan. Yaitu, Teratak, Sintung, Pringgarata, Barabali, Montong Gamang, Dasan Baru, Muncan, Montong Terep, Jago, Darmaji, Pengadang. Kemudian Saba, Loang Maka, Puyung, Sukarara, Labulia, Batujai, Penujak, Marong, Kateng, Mangkung, Sukadana, Mertak, dan Mekar Sari. Selanjutnya, Kabupaten Bima dua desa yakni Rite dan Ntonggu. (nas)