Harga Daging Sapi Tembus Rp130.000 Per Kilogram

Salah seorang pedagang daging di Kota Mataram menjajakan daging yang baru diambilnya dari pejagal. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga daging sapi menembus Rp130.000/Kg. Padahal, pemerintah telah menyediakan kuota potong sapi melebihi kebutuhan rata-rata setahun. Darmawati, seorang pembeli daging di salah satu pasar di Kota Mataram menyebut harga daging tinggi. Mencapai Rp125.000 – Rp130.000/Kg untuk daging dengan kualitas super.

“Lucu, harga daging tinggi,” keluhnya. Soal kualitas daging yang dijual di pasaran juga dikeluhkan. Diduga, permainan oknum jagal yang mencampur daging segar dengan daging impor. “Coba datangi tempat pemotongan itu (menyebut salah satu RPH di Kota Mataram). Liat pagi-pagi. Daging yang dijual dicampur. Apa ini juga tidak ada pengawasan,” kata Darmawati.

Salah satu pedagang daging di pasar percontohan Pagesangan, Mataram mengatakan, harga daging tinggi tergantung kualitas. Saat ini ketersediaan sapi potong menurutnya limit. Dan dikeluhkan oleh pejagal. Tidak dihitung sapi-sapi yang didatangkan dari Pulau Sumbawa. Kata pedagang daging, sapi dari Sumbawa rasanya tak selegit daging sapi Lombok. Karena itu, daging sapi Lombok lebih diutamakan.

Baca juga:  Daging Beku Masih Dijual Terbuka

“Karena sapi Lombok makanannya diatur dengan rumput yang bagus-bagus. Kalau sapi Sumbawa karena dilepasliarkan, makanannya masuk apa saja. Karena itu lebih banyak yang memilih sapi Lombok. Sapi Lombok ini yang makin sedikit. Makanya mahal harga daging,” aku pedagang ini pada Suara NTB.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Ir. Hj. Budi Septiani yang dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga daging saat ini lebih dipengaruhi psikologi pasar. Pemerintah hanya melakukan intervensi dengan menyediakan potensi potong ternak untuk menstabilisasi harga.

Saat ini ketersediaan sapi potong kata kepala dinas sangat mencukupi. Setiap hari, untuk memenuhi kebutuhan daging di Pulau Lombok, Disnakeswan Provinsi NTB merekomendasikan 160 ekor sehari. Khusus untuk Pulau Lombok. Sapi potong ini didatangkan dari Pulau Sumbawa.

Masih menurut kepala dinas, potensi sapi potong di NTB lebih dari 100 ribu. Setahun, kuota sapi potong yang direkomendasikan Pemprov NTB sebanyak 70.000 ekor. Sementara, dilihat dari historisnya, setahun kebutuhan sapi potong di NTB hanya 65.000 ekor.

Baca juga:  Rendah, Harga Garam di Lotim

Artinya, dari kuota yang disediakan, masih tersisa 5.000 ekor sebagai cadangan, dari kebutuhan normal. Karena besarnya potensi sapi potong di NTB, pemerintah daerah juga merekomendasikan pengiriman sapi potong ke luar daerah oleh pengusaha, sebanyak 15.000 ekor tahun 2019 ini.

“Untuk cadangan operasional RPH (Rumah Potong Hewan), kita juga merekomendasikan sebanyak 42.000 ekor sapi potong. Sangat berlebih sebetulnya,” kata Hj. Budi. Untuk memastikan perkembangan harga, kepala dinas mengatakan akan melakukan pemantauan langsung di lapangan atau di pasar-pasar tradisional. Selain itu, Dinas Nakeswan juga akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholdernya.

Dengan ketersediaan stok sapi potong ini hingga lebaran Idul Fitri ia tak khawatir kebutuhan masyarakat. Kendatipun terjadi kenaikan harga, itu kecil dan lebih kepada psikologis pasar. Sifatnya hanya sesaat. “Sebelum lebaran, RPH Banyumulek juga akan diuji coba untuk pemotongan. Hasil pemotongan akan dijual untuk stabilisasi harga pasar,” demikian kepala dinas. (bul)