Soal Kenaikan Harga Daging Sapi, Pemprov NTB Minta Intervensi Pusat

Hj. Putu Selly Andayani (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan NTB mencatat harga daging sapi terus melonjak dan sekarang menembus harga Rp130 ribu per Kg. Padahal sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 58 Tahun 2018, harga acuan daging sapi maksimal Rp105 ribu per Kg.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si mengatakan, pemerintah pusat perlu melakukan intervensi untuk menekan harga daging sapi di NTB. Dikhawatirkan, harga daging akan semakin melonjak karena menjelang Ramadhan.

‘’Kalau tidak ada opsi (daging beku) untuk konsumen, bisa jadi harganya Rp150 ribu per Kg. Karena Permendagnya itu harga Rp105 ribu – Rp110 ribu. Tapi naik terus ke Rp130 ribu per Kg,’’ kata Selly dikonfirmasi di Mataram, kemarin.

Selly mengatakan, masyarakat yang menjadi konsumen dirugikan dengan tingginya harga daging sapi di pasaran. Sehingga perlu ada intervensi dari pemerintah pusat dengan melakukan penetrasi harga.

Baca juga:  Harga Cabai di Mataram Tembus Rp80.000

Menurutnya, kebijakan mendatangkan daging beku impor tidak perlu ditolak. Dengan adanya daging beku, maka masyarakat sebagai konsumen punya pilihan. Sehingga pengusaha daging sapi segar tidak memainkan harga.

Mantan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB ini mengatakan, tidak boleh ada larangan jika terkait dengan bahan pokok (bapok). Karena berkaitan dengan urusan perut masyarakat. Untuk itu, daging beku impor jangan dibatasi.

‘’Apalagi menjelang Ramadhan. Ingat tahun 2016 sampai Rp200 ribu harga daging sapi per Kg. Oleh karena itu perlunya penetrasi, intervensi pemerintah pusat,’’ katanya.

Selly menambahkan, tidak boleh pemerintah  melarang distributor mendatangkan  daging beku ke NTB. Pasalnya, NTB yang terkenal sebagai daerah swasembada daging nasional, namun harga daging sapi lokal masih sangat mahal.

Baca juga:  Rendah, Harga Garam di Lotim

‘’Tak boleh sebenarnya melebihi Permendag. Kalau Sumbawa bisa lebih murah. Kenapa di sini (Lombok) tidak bisa lebih murah juga,’’ tanyanya.

Jika tingginya harga daging meningkatkan pendapatan peternak, kata Selly maka bagus. Tapi dalam mata rantai penjualan sapi sampai menjadi daging ini banyak tangan yang terlibat.

Terkait dengan harga daging sapi yang sudah berada di atas harga acuan yang ditetapkan sesuai Permendag. Satgas Pangan dapat menangananinya. Sehingga harga daging sapi di NTB kembali normal.

‘’Pantauan harga terakhir Rp120, Rp130 ribu yang daging super. Naik harganya,’’ sebutnya.

Akhir April ini, rencananya Pemprov akan melakukan rapat koordinasi (Rakor) membahas stabilitas harga bapok menjelang Ramadhan. Dalam Rakor tersebut rencananya akan hadir Staf Ahli Menteri Perdagangan. ‘’Persiapan menghadapi Ramadhan. Kenaikan harga daging ini efek psikologis,’’ tandasnya. (nas)