Pemungutan Suara Tak Pengaruhi Perputaran Uang

Achris Sarwani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia (BI) memprediksi aktivitas politik yang puncaknya berlangsung Rabu, 17 April 2019 kemarin tak signifikan mempengaruhi perputaran uang di NTB. Sebelumnya ada prediksi aktivitas politik akan mendongkrak perekonomian secara signifikan. Menyusul harapan banyaknya uang untuk kegiatan kampanye dikeluarkan para calon untuk Pilpres maupun Pileg.

‘’Nggak ada, ndak terlalu berbeda,’’ ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani kepada Suara NTB, Selasa, 16 April 2019 menanggapi soal perputaran uang di ujung tahun politik ini.

Konsumsi masyarakat tak mengalami perubahan signifikan, aktivitas kampanye juga nyaris tak ada besar euforianya. Padahal, selain pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, juga pemilihan DPR-RI, DPD, DPRD NTB, hingga DPRD kabupaten/kota dengan kontestan tak sedikit. Logikanya, jumlah uang yang beredar seharusnya cukup besar ke masyarakat.

Baca juga:  Pembiayaan Kampanye Belum Efektif Tekan Biaya Politik Tinggi

Data uang keluar masuk dari Bank Indonesia NTB menjadi gambarannya. Januari 2019, uang yang di setor bank ke Bank Indonesia (inflow) sebesar Rp1,214 triliun. Februari Rp804 miliar, Maret Rp601 miliar dan April Rp87 miliar. Sementara uang keluar dari Bank Indonesia pada Januari 2019 Rp123 miliar, Februari Rp523 miliar, Maret Rp710 miliar dan April Rp979 miliar.

Pengeluaran untuk politik ini dalam rangka rangka kampanye dan lainnya. ‘’Jangan berpikir kampanye duitnya untuk di amplopkan,’’ kata Achris. Aktivitas kampanye politik nasional ini menurutnya tak sebesar euforia kampanye politik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada tahun 2018 lalu. Para calon kepala daerah melakukan kampanye langsung hingga ke pelosok-pelosok. Dampaknya, kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat.

‘’Justru itu lebih signifikan. Kalau yang sekarang nggak tuh, nggak terlalu. Kegiatan politik nasional tidak terefleksi langsung ke daerah,’’ katanya lagi.

Baca juga:  Gugatan Foto Cantik Calon Anggota DPD Ditolak MK

Sebetulnya aktivitas politik akan mendongkrak sektor konsumsi rumah tangga. Justru dalam beberapa bulan terakhir uang keluar masuk juga berjaan biasa saja. inflow pada Januari angkanya besar, umumnya setelah perayaan hari keagamaan dan tahun baru. Pergerakan uang yang dibelanjakan masyarakat masuk ke bank kembali.

Justru yang dipersiapkan sekarang oleh Bank Indonesia adalah persiapan kebutuhan jelang puasa Ramadhan hingga lebaran. Kebutuhan konsumsi masyarakat secara historis akan meningkat signifikan. Bank Indonesia NTB sedang mempersiapkan sekitar Rp2,8 triliun. Puasa dan lebaran tahun lalu kebutuhan uang mencapai Rp2,6 triliun.

‘’Ada kenaikan. Kita persiapkan di kas titipan Bima, dan kasa titipan Sumbawa. Untuk Pulau Lombok dibantu langsung oleh Bank Indonesia di sini,’’ demikian Achris. (bul)