Dua Ritel Modern Diberikan Sertifikat CPIB

Balai Karantina Ikan dan PengeBalai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram memberikan sertifikat CPIB (Cara Pengelolaan Ikan yang Baik) kepada dua ritel modern besar yang ada di dua mal di Kota Mataram. Karena dinilai sistim pengelolaan ikan yang dilakukan telah sesuai standar.ndalian Mutu (BKIPM) Mataram

Mataram (Suara NTB) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram memberikan sertifikat CPIB (Cara Pengelolaan Ikan yang Baik) kepada dua ritel modern besar yang ada di dua mal di Kota Mataram. Karena dinilai sistim pengelolaan ikan yang dilakukan telah sesuai standar.

Sertifikat CPIB ini, juga sekaligus untuk memastikan jaminan keamanan bagi konsumen untuk mengkonsumsi ikan yang sehat dan higienis. Selain Sertifikat CPIB, juga diberikan Sertifikat Telah berpartisipasi dalam  Menerapkan Inpres 01 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat serta konsisten melaksanakan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Domestik.

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi dan Kepala BPOM Mataram, Ni GAN Suarningsih, bersama Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kota Mataram, Hj.Bq.Sujihartini turun langsung menyerahkan sertifikat ini kepada pengelola ritel Senin,  15 April 2019.

Suprayogi mengatakan, sebelum pemberian sertifikat, timnya telah melakukan inspeksi ke sejumlah sarana penjualan komoditas perikanan. Terutama di ritel-ritel modern yang ada di Kota Mataram. Hasilnya, dipastikan manajemen pengelolaan ikan di ritel modern yang ada di dua di Kota Mataram sudah memenuhi standar.

“Kita cek dari ikan yang masuk di sortir, rantai dinginnya terjaga. Ikan bebas dari bahan kimia. Dan dapat dipastikan ikan-ikan yang dijual tidak ditangkap menggunakan bom, atau potassium. Serta tidak mengandung formalin,” kata Suprayogi.

BKIPM sebagaimana amanat Inpres 01 tahun 2017 konsen melakukan pengawasan dan pengendalian mutu perikanan sesuai tupoksinya. Sertifkat diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada pengusaha yang telah turut melaksanakan instruksi presiden.

“Selanjutnya akan terus kita pantau. Tidak saja di ritel modern, sampai pasar tradisional juga akan kami awasi bersama BPOM dan stakeholders lainnya,” demikian Suprayogi.

Pengawasan akan terus dilakukan. Jika diketemukan manajemen pengelolaan ikan dilakukan tak sesuai standar. Rekomendasinya tidak diperkenankan dijual. Serta dilakukan pendampingan.

Sementara Kepala BPOM Mataram, Ni GAN Suarningsih mengatakan komoditas perikanan adalah bagian dari pangan segar yang harus di awasi pengelolaannya untuk menjadin standar mutu keamanan untuk di konsumsi.

Ikan termasuk berisiko tinggi, bila dikelola dengan cara yang tidak benar. Akan terkontaminasi, dan dapat menimbulkan penyakit. Karena itu, tugas bersama adalah memastikan produk ikan yang dijual terutama di ritel modern harus berstandar. Mengingat, ritel modern juga menjadi tujuan utama masyarakat berbelanja.

“Risikonya, kalau terkontaminasi bakteri ekoli, formalin akan mengganggu kesehatan. Kita bersama lakukan pengadan dan memastikannya aman di konsumsi,” jelas kepala BPOM Mataram.

Senada yang dikatakan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kota Mataram, Hj.Bq.Sujihartini. ritel modern adalah potensi pasar bagi para nelayan khususnya di Kota Mataram. Nelayan dapat bertindak sebagai pemasok. Tidak saja di awasi dari hilirnya, ditingkat hulu, dengan pemberian sertifikat akan menjadi media edukasi bagi nelayan menyiapkan ikan yang segar, sehat dan higienis untuk di pasok ke ritel modern.

“Kita juga turut membina nelayan untuk menangkap ikan dengan cara – cara yang baik. Sehingga hasil tangkapan mereka juga di terima oleh ritel modern,” demikian ditegaskan.(bul) Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi bersama Kepala BPOM Mataram,  Ni GAN Suarningsih bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram turut menyerahkan sertifikat CPIB kepada pengelola ritel modern untuk menjamin ikan yang dijual layak dan berkualitas bagi konsumen. (bul)